Mitrapost.com – Lebih dari seribu petugas akan disiagakan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kepala Satuan Operasi Armuzna Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Harun Arrasyid mengatakan bahwa hal itu dilakukan guna memaksimalkan pelayanan.
“Demi memaksimalkan pelayanan dan perlindungan jemaah saat puncak musim haji pertengahan Juni nanti, lebih dari seribu petugas disiagakan,” ujarnya.
Para petugas nantinya akan ditempatkan di pos-pos dari mulai tenda Arafah, lapangan Muzdalifah, dan tenda di Mina serta jalur jamarat.
“Kita akan sebar petugas di titik-titik krusial pada jalur Armuzna,” terangnya.
Nantinya juga akan ada tim Mobile Crisis Rescue (MCR) yang bersiaga. Mereka akan berada di jalur jamarat guna menangani jemaah yang kelelahan atau ada yang sakit saat puncak musim haji nantinya.
“Tantangan tahun ini ialah jarak antara tenda dengan jamarat yang cukup jauh memunculkan potensi jemaah kelelahan. Ini tak ringan tugasnya. Perlu kesiagaan dan kesiapan mental petugas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah Khalilulrahman berpesan kepada para jemaah haji Indonesia agar menyiapkan fisik dan mentalnya agar di puncak musim haji bisa melakukan ibadah dengan maksimal.
“Kami juga mengimbau agar mengurangi ibadah sunnah di Masjidil Haram. Mengingat puncak haji 12 hari lagi dan utamakan melaksanakan wukuf di Arafah dengan sehat walafiat,” terangnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com






