Kendal, Mitrapost.com – Polisi terus melakukan penyidikan terkait kasus pembunuhan santriwati yang ditemukan di kandang ayam Kendal.
Terdapat fakta baru yang menyatakan, Naufal (21) pria asal Magelang ini merekam akasi bejatnya saat memerkosa korban.
Pelaku dan korban diketahui baru kenal 4 hari melalui aplikasi kencan. Hingga akhirnya melakukan pertemuan pada Rabu (16/10) malam.
“Saya berangkatnya dari KEK (Kawasan Ekonomi Khusus Kendal), langsung jemput korban di sekitar jalan raya Ngampel (sekitar pondok pesantren korban). Sampai di lokasi jemputnya sekitar pukul 21.00 WIB, lokasi jemput yang nentuin korban,” kata Naufal, dikutip dari Detik News, pada Rabu (30/10/2024).
“Sudah jemput korban lalu saya ajak jalan-jalan dari Kendal sampai ke Kaliwungu lalu mampir di kos saya,” tambah dia.
Saat itu, korban diajak jalan-jalan hingga mampir ke kos tersangka. Naufal sempat mengajak korban membeli sepatu. Namun ditolak korban dan meminta diantar kembali ke pondok.
Lalu, saat melewati hutan cagar alam, pelaku memiliki pikiran untuk memerkosa korban.
“Dari kos, korban mau saya ajak ke Boja namun korban menolak dan minta untuk diantar pulang ke ponpes,” ujar Naufal.
“Saat di lokasi saya ajak korban untuk berhubungan intim tapi korban tidak mau. Lalu saya paksa dan korban berontak sampai menampar saya dua kali dan mencakar wajah saya,” kata Naufal.
Naufal lantas mencekik dan menggorok korban hingga dua kali. Setelah mengetahui korban meninggal, korban melakukan pemerkosaan.
“Saya jadi emosi dan kalap terus saya cekik dan saya gorok lehernya sebanyak dua kali dengan pisau yang saya bawa. Saya perkosa dalam kondisi korban sudah meninggal, sebelumnya sudah saya lepasin celana panjang dan celana dalammya,” ujar Naufal.
“Iya saya rekam video saat korban saya perkosa. Itu untuk konsumsi sendiri,” imbuh dia. (*)
Redaksi Mitrapost.com






