Mitrapost.com – Harga saham Nokia baru-baru ini dikabarkan melejit ke level tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun. Kondisi ini merupakan hasil dari Nvidia yang telah membeli sebanyak 2,9 persen saham Nokia seharga 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp16,6 triliun.
Melansir dari CNBC Indonesia, pembelian ini merupakan bagian dari kesepakatan antara Nokia dan Nvidia untuk melakukan pengembangan Artificial Intelligence (AI) dengan data center untuk mencari peluang dari keduanya.
Nvidia melalui kesepakatan ini berhasil memperkuat posisinya sebagai pemasok utama data center dunia, dengan belanja modal pembangunan infrastrukturnya yang akan melampaui 1,7 triliun dolar AS pada 2030.
Selain itu, CEO Nvidia, Jensen Huang juga mengatakan bahwa kesepakatannya yang dibangun dengan Nokia akan membantu AS menjadi pusat revolusi 6G. Nantinya, pengembangan dari hasil kerja sama ini juga ditargetkan akan rilis secara komersial pada 2027.
“Terima kasih telah membantu AS membawa teknologi telekomunikasi kembali ke Amerika,” ucap Huang dalam pidato di Washington kepada CEO Nokia, Justin Hotard, dikutip dari CNBC Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Hotard, Nokia mengubah fokusnya ke bisnis data center. Oleh karena itu, pengembangan AI ini dipastikan akan mendongkrak permintaan atas produk buatan perusahaan sendiri.
Meskipun chip buatan Nvidia nantinya dikabarkan lebih mahal, namun mengenai hal ini Nokia akan diuntungkan karena dominasinya di pasar data center AS. (*)

Redaksi Mitrapost.com






