Mitrapost.com – Warga Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara kini terpaksa mengungsi ke Kantor Polres Dairi usai insiden perusakan rumah kepala desa setempat.
Insiden perusakan tersebut terjadi pada Senin (10/11/2025). Rumah kepala desa tiba-tiba dilempari batu oleh massa yang berjumlah sekitar seratus orang. Akibatnya, kaca dan pintu rumah rusak.
“Ada sekitar 5 kaca rumah pecah, lalu pintu dirusak, dan satu unit sepeda motor juga dirusak,” ujar Romulo Nadeak, anak kepala desa dilansir dari Kompas.
Warga memilih mengungsi untuk menghindari bentrokan. Terdata, ada 40 kepala keluarga yang menginap di Kantor Polres Dairi kemarin, dan kini bertambah menjadi 80 kepala keluarga.
“Kami setelah kejadian itu langsung ngungsi kemari. Kemarin ada 40 KK, namun sekarang makin bertambah jadi sekitar 80 KK,” ujarnya.
Warga mengharapkan ada langkah tegas yang diambil aparat, sehingga mereka bisa tenang kembali ke rumah.
“Kami akan tetapi di sini, dan berharap ada langkah yang diambil petugas kepolisian,” jelasnya.
Untuk sementara, mereka pun diberikan tempat tinggal di rumah dinas yang kosong. Diduga, perusakan tersebut berkaitan dengan penolakan terhadap perusahaan di desa tersebut.
“Mereka kan menolak PT Gruti. Kenapa harus rumah kepala desa yang dirusak. Kan enggak nyambung,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga bernama Pangihut Sijabat mengatakan bahwa perusakan terjadi dipicu adanya intimidasi dari keluarga kepada desa.
“Atas perbuatan itu, kami mencoba mendatangi rumah kepala desa, karena kami tahu si pelaku pengancaman lari ke rumah kepala desa,” jelasnya.
Ketika mereka meminta klarifikasi, istri kepala desa diduga menyiram kopi panas ke massa sehingga mereka emosi dan lantas melakukan perusakan.
“Mereka saat itu sedang asyik minum kopi. Namun, tiba-tiba ibu PKK malah menyiram kopi panas itu kepada masyarakat,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com
