Mitrapost.com – Seorang pria inisial MAS ditangkap polisi atas kasus pembunuhan seorang guru SD asal Tegal, Kusyanto. Menurut dugaan, aksi kejahatan tersebut dilatarbelakangi perampasan mobil milik korban untuk digadaikan.
Sebelumnya, mayat Kusyanto ditemukan di hutan jati Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, pada Senin (24/11/2025). Ada luka di belakang kepala korban saat jasadnya ditemukan.
Wakspolres Brebes, Kompol Purbo Adjar Waskito menyebutkan, usai menghabisi nyawa Kusyanto, pelaku menguasai mobil korban dan menggadaikannya senilai Rp20 juta. Uang hasil gadai mobil tersebut dipakai untuk bersenang-senang.
“Mobil digadai Rp20 juta kepada seseorang di sebuah karaoke. Uangnya untuk bersenang-senang, sisanya jadi barang bukti Rp 3,9 juta,” ungkap Purbo, Rabu (26/11/2025), dikutip Detik.
Pembunuhan tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya. Menurut pengakuan pelaku, MAS memesan taksi online naik dari Kaligayam menuju Jenggawur, Kabupaten Tegal. Dia menumpang mobil milik Kusyanto.
“Kemudian sampai lokasi yang dituju, tersangka meminta perjalanan offline kepada korban pergi menuju Brebes,” kata Purbo.
Saat perjalanan ke Desa Kamal, Kacamatan Larangan, Brebes, MAS ternyata berniat merampas mobil korban. Ia kemudian turun ke minimarket untuk membelikan korban kopi, namun sebelum itu ia mencampurkan minuman tersebut dengan cairan khusus agar korban tak sadarkan diri.
Namun, korban tidak kunjung pingsan, sehingga akhirnya pelaku menjerat leher korban hingga tewas. Setelah itu, ia membawa korban ke kawasan hutan jadi di Desa Songgom, Kecamatan Songgom Brebes.
“Korban dibuang di hutan jati Songgom Minggu malam. Kebetulan saat malam ada warga setempat yang melihat mobil itu keluar masuk hutan,” bebernya.
Sebelumnya, diberitakan seorang guru asal Tegal bernama Kusyanto ditemukan tewas di kawasan hutan jati, Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Ia diduga merupakan korban pembunuhan.
Kanit Reskrim Polsek Songgom, Ipda Mashudi, membenarkan temuan mayat di hutan jati bekas tempat penimbunan kayu (TPK) Perhutani KPH Balapulang pada Senin (24/11/2025) pagi. Berdasarkan hasil visum sementara, terdapat luka di belakang kepala korban.
“Sepertinya dibunuh. Ada bekas luka memar di belakang kepala. Korbannya adalah guru bernama Kusyanto asal Tegal,” ungkap Mashudi, dikutip Detik. (*)

Redaksi Mitrapost.com






