Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, 14 Januari 2026, dibuka dengan optimisme di angka Rp9.007,05. Penguatan rata-rata harga saham itu menunjukkan sentimen positif pasar di awal tahun.
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi sentimen positif ini di antaranya adanya ada aksi beli investor asing pada saham blue-chip tertentu, hingga volume transaksi relatif tinggi pada sesi terakhir.
Dengan ini, trader bisa melakukan pembelian saham-saham perusahaan tertentu untuk mengharapkan keuntungan jangka pendek maupun jangka menengah.
Berikut kami berikan 5 rekomendasi saham listing Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berpotensi mengalami kenaikan signifikan pada 15 Januari 2026!
ASII – PT Astra International, Tbk
Kode saham ASII ditutup dengan harga Rp7.275 pada 13 Januari 2026 kemarin. Harga saham ini berpotensi mengalami kenaikan di rengtang 6-10% atau sekitar Rp7.700 – Rp8.000.
Perusahaan dengan diversifikasi bisnis meminimalkan risiko karena memiliki sumber pendapatan lebih dari satu, sehingga harga cenderung stabil. Selain itu, margin stabil dan likuiditas yang mendukung ekspansi memunculkan sentimen positif di pasar.
Banyak indikator teknikal utama memperlihatkan sinyal pembelian kuat (strong buy) di mayoritas MA jangka menengah–panjang (MA20-200) atau merupakan ciri uptrend. Tren naik ini cocok untuk menangkap kenaikan dalam beberapa hari–minggu.
Namun, sektor ini sensitif terhadap suku bunga dan biaya kredit. Selain itu, reaksi pasar terhadap data makro global dapat membuat volatilitas meningkat tak terkendali.
TLKM – PT Telkom Indonesia, Tbk
Kode saham TLKM ditutup dengan harga Rp3.600 pada 13 Januari 2026 kemarin. Harga saham ini berpotensi mengalami kenaikan di rengtang 5-8% atau sekitar Rp3.700 – Rp3.900.
Sektor telekomunikasi defensif dengan arus kas stabil dan pangsa pasar kuat. Selain itu, permintaan layanan digital & data masih meningkat. Menurut momentum teknikal menunjukkan penguatan harga relatif bagus di awal tahun. Ada peluang harga berbalik arah (rebound) setelah penuruan ke area support jangka menengah jika IHSG menguat lagi.
Namun, perlu waspada kompetisi intensif bisa menekan margin EBITDA. Sektor ini juga sensitif terhadap sentimen global (USD/IDR dan suku bunga AS).
ADRO – PT Alamtri Resources Indonesia, Tbk
Kode saham ADRO ditutup dengan harga Rp2.270 pada 13 Januari 2026 kemarin. Harga saham ini berpotensi mengalami kenaikan di rengtang 7-12% atau sekitar Rp2.400-Rp2.500.
Hal ini berdasarkan analisis fundamental bahwa permintaan energi masih tinggi, sehingga ADRO memiliki pertumbuhan produksi batubara yang kompetitif. Selain itu, harga saham di beberapa sesi terakhir berhasil menembus level penting (breakout) dan mengalami kenaikan.
Meski demikian, penting diwaspadai sektor ini bergantung terhadap harga komoditas global. Berita negatif geopolitik bisa memicu penurunan harga.
PGAS – PT Perusahaan Gas Negara, Tbk
Kode saham PGAS ditutup dengan harga Rp1.975 pada 13 Januari 2026 kemarin. Harga saham ini berpotensi mengalami kenaikan di rengtang 7-10% atau sekitar Rp2.100 – Rp2.200.
Permintaan gas domestik bertumbuh seiring industrialisasi dan infrastruktur gas. Perusahaan ini memiliki proyek infrastrukur energi dan pendapatan yang konsisten. Sementara, teknikalnya menunjukkan moving average jangka pendek-menengah menampilkan sinyal bullish kuat.
Namun, risikonya tergantung pada regulasi harga gas domestic dan rentan terhadap tekanan biaya energi global.
EMAS – PT Merdeka Gold Resources, Tbk
Kode saham EMAS ditutup dengan harga Rp5.650 pada 13 Januari 2026 kemarin. Harga saham ini berpotensi mengalami kenaikan di rengtang 8-15% atau sekitar Rp6.100 – Rp6.500.
Perusahaan pertambangan emas dengan outlook positif karena harga emas global memungkinkan harga bullish atau mengalami kenaikan yang konsisten. Selain itu, MA jangka pendek dan menengah menunjukkan sinyal pembelian meningkat. Volatilitas tidak terlalu liar dan harga sempat rebound.
Namun, harga emas sangat dipengaruhi kebijakan suku bunga AS dan USD. Serta, fluktuasi intensitas perdagangan bisa tinggi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






