Mitrapost.com – Maraknya konten editan berbau seksual menggunakan Grok di media sosial X, memicu kecaman global.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mengambil langkah tegas dengan memblokir Grok AI di platform X.
Sementara itu, pihak X akhirnya mengeluarkan kebijakan baru yang membuat Grok tak akan lagi bisa mengedit foto orang sungguhan untuk diubah menjadi berpakaian terbuka.
“Kami telah menerapkan langkah-langkah teknologi untuk mencegah akun Grok mengizinkan pengeditan gambar orang sungguhan yang mengenakan pakaian terbuka seperti bikini,” bunyi pernyataan X dilansir dari BBC.
“Pembatasan ini berlaku untuk semua pengguna, termasuk pelanggan berbayar,” lanjutnya.
Fitur edit gambar menggunakan Grok kini hanya bisa diakses oleh pengguna berbayar. Hal ini diharapkan bisa mengurangi potensi penyalahgunaan teknologi AI tersebut.
Pihak X juga menyebut akan menghentikan pengguna sesuai dengan hukum wilayah mereka apabila mereka mencoba mengedit gambar orang sungguhan mengenakan pakaian vurlgar atau semacamnya dengan Grok.
Kebijakan baru ini diumumkan usai jaksa penuntut umum tertinggi California menyelidiki penyebaran deepfake AI yang berbau seksual, termasuk anak-anak, yang dihasilkan oleh Grok.
Fitur pengeditan gambar Grok sendiri telah menuai kritik dari para pemimpin seluruh dunia dalam beberapa hari terakhir.
Indonesia juga telah melarang Grok usai pengguna mengeluhkan foto mereka digunakan untuk gambar eksplisit tanpa persetujuan. (*)

Redaksi Mitrapost.com





