Cek 5 Saham Listing BEI yang Harganya Berpotensi Naik pada 21 Januari!

Mitrapost.com Pasar saham pada hari ini, Selasa (20/1/2025), menunjukkan optimisme di awal pembukaan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau dengan mencatatkan angka mencapai 9.156,19.

Perlu diketahui, indeks sempat mengalami tekanan jual setelah rally panjang, sehingga sideways dan potensi profit taking perlu diwaspadai. IHSG diproyeksikan bergerak dalam kisaran support 9.000–9.040 dan resistance 9.150–9.180 jelang perdagangan 21 Januari 2026.

Sementara itu, berikut kami rangkum beberapa 5 saham listing Bursa Efek Indonesia (BEI) yang potensial pada tanggal 21 Januari 2026 mendatang!

JPFA – PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk

Kode saham JPFA ditutup di harga Rp2.780 pada 19 Januari 2026 yang lalu. Namun, beberapa faktor dinilai mendukung prospek kenaikan harga sebesar 6 – 12% atau antara Rp2.900 hingga Rp3.100 pada 21 Januari 2025.

Berdasarkan analisis fundamental, PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk yang bergerak di bidang agrikultur, khususnya produk hasil ternak, memiliki posisi kuat di sektor konsumsi domestik. Hal ini disebabkan peningkatan permintaan ayam dan telur seiring program MBG 2026.

Sementara, momentum teknikal menunjukkan tren naik jangka pendek, breakout volume, serta pola kenaikan yang berkesinambungan. Namun, perlu diwaspadai bahwa biaya pakan utama diikuti volatilitas tinggi harga komoditas global dapat menekan margin.

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

Kode saham BBRI ditutup di harga Rp3.840 pada 19 Januari 2026 yang lalu. Namun, beberapa faktor dinilai mendukung prospek kenaikan harga sebesar 5 – 10% atau antara Rp4.000 hingga Rp4.200 pada 21 Januari 2025.

Bank blue-chip dengan pangsa kredit UMKM luas, serta arus investasi asing menunjukkan sentimen pasar yang positif.

Indikator teknikal jangka pendek masih dominan Buy di area support dan resistance yang jelas. Momentum (RSI/MACD) memberi ruang potensi rally berkelanjutan. Namun, perlu diwaspadai suku bunga dan risiko kredit meningkat dapat menekan pertumbuhan marjin bunga bersih.

AADI – PT Adaro Andalan Indonesia, Tbk

Kode saham AADI ditutup di harga Rp7.500 pada 19 Januari 2026 yang lalu. Namun, beberapa faktor dinilai mendukung prospek kenaikan harga sebesar 7 – 12% atau antara Rp8.000 hingga Rp8.400 pada 21 Januari 2025.

Prospek kenaikan harga saham perusahaan energi dan batu bara ini didukung harga batu bara tinggi mendekati US$110/ton. Permintaan energi dari China & Asia juga mendukung kenaikan harga batu bara.

Indikator momentum positif seperti MA mayoritas memberi sinyal Buy (MA10, MA20, MA50, MA100, MA200). RSI juga menunjukkan momentum masih di sisi bullish, belum overbought ekstrem. MACD positif juga menunjukkan potensi kenaikan masih ada. Selain itu, struktur support–resistance yang valid

Meski demikian, harga saham ini sensitif terhadap fluktuasi komoditas global dan faktor geopolitik.

CTRA – PT Ciputra Development, Tbk

Kode saham AADI ditutup di harga Rp915 pada 19 Januari 2026 yang lalu. Namun, beberapa faktor dinilai mendukung prospek kenaikan harga sebesar 8 – 14% atau antara Rp988 hingga Rp1.000 pada 21 Januari 2025.

Sektor pengembang properti menunjukkan momentum rebound atau saat saham terkoreksi dan memantul naik setelah adanya volume pembelian seiring permintaan residensial dan komersial di Indonesia.

Semua moving average (MA5, MA10, MA20, MA50, MA100) memberi sinyal Buy dan Indikator momentum seperti MACD, ADX, ROC, Bull/Bear Power berada di area positif. Ini memberikan sinyal bahwa tren jangka pendek masih kuat ke atas.

Namun, trader harus waspada karena saham ini sensitif terhadap kebijakan suku bunga dan permintaan kredit konsumen.

ITMG – PT Indo Tambangraya Megah, Tbk

Kode saham AADI ditutup di harga Rp22.325 pada 19 Januari 2026 yang lalu. Namun, beberapa faktor dinilai mendukung prospek kenaikan harga sebesar 7 – 13% atau antara Rp23.800 hingga Rp25.200 pada 21 Januari 2025.

Berdasarkan teknikalnya, RSI di sekitar 62 atau momentum masih positif (belum jenuh beli ekstrem), MACD positif menunjukkan momentum naik masih berlangsung, serta semua moving averages (MA5, MA10, MA20, MA50) berada di posisi Buy.

Perusahaan tambang batubara dengan valuasi price to earning rendah dibanding perusahaan sejenis, serta yield dividen menarik. Permintaan komoditas energi juga masih solid. Namun, ada risiko regulasi dan intervensi harga komoditas global masih signifikan. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati