Mitrapost.com – Salah satu peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengingatkan terkait dengann adanya potensi tinggi terjadinya limpasan badai (storm surge) yang berada di kisaran wilayah perairan selatan Bali.
Melansir dari CNBC Indonesia, limpasan badai tersebut diketahui dipicu oleh sebuah pergerakan bernama badai tropis 91S. Menurutnya, kondisi ini memungkinkan nelayan dan pelayan di sejumlah wilayah untuk mengehentikan aktivitasnya sementara demi keselamatan.
“Potensi tinggi terjadi storm surge di selatan Bali! dan untuk diperhatikan agar dihentikan dulu aktivitas nelayan dan berlayar di selatan Jatim-Bali-Lombok-Sumbawa-Sumba Tunggu sampai 24 jam ya,” jelas Erma dalam cuitannya di platform X (Twitter).
Saat ini, Erma menyebut bahwa badai tropis 91S sedang bergerak ke arah Timur mendekati Pulau Sumba. Hal ini diketahui mampu menimbulkan dampak storm surge di sejumlah wilayah pesisir Selatan.
“Potensinya dapat menimbulkan strom surge di pantai selatan Bali, Lombok, NTB (Nusa Tenggara Barat), Sumba,” ucapnya.
Kemudian, ia juga menambahkan bahwa fenomena tersebut telah diprediksi melalui sistem Kamajaya BRIN sejak dua bulan yang lalu.
“Telah diprediksi Kamajaya BRIN sejak dua bulan lalu, yang saya narasikan waktu itu sebagai: waspada the next Senyar,” tutupnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com



