Mitrapost.com – Mahasiswa melakukan aksi blokade Jalan Trans Sulawesi di Desa Marabuana, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Mereka sengaja menebang sejumlah pohon dan kemudian menjadikannya palang untuk menutup badan jalan.
Akibatnya, kemacetan panjang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) siang. Lalu lintas lumpuh total dari dua arah.
Jenderal Lapangan aksi Aliansi Mahasiswa Wija to Luwu, Alif Nugraha mengatakan bahwa aksi blokade jalan ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka karena tuntutan untuk membentuk Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya tak digubris.
“Dua tuntutan tersebut menjadi fokus utama kami dalam aksi ini yang telah berlangsung selama dua hari,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Tuntutan itu disampaikan karena pihaknya menilai jika pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Luwu Raya lamban. Selain itu, wilayah tersebut juga dinilai tak mendapatkan perhatian optimal selama menjadi bagian Provinsi Sulawesi Selatan.
“Selama ini kami menilai sering terjadi keterlambatan pembangunan serta pengalokasian anggaran di sektor ekonomi, kesehatan, dan politik. Bahkan, kami juga melihat adanya perlakuan diskriminatif terhadap Wija To Luwu, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Makassar,” jelasnya.
Pihaknya mengancam akan melakukan aksi lanjutan jika tuntutan itu masih juga tak didengar.
“Ini adalah bentuk kemarahan, keresahan, dan kekecewaan kami terhadap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Aksi ini tidak hanya berhenti hari ini, tetapi akan terus berlanjut sampai ada atensi langsung dan langkah konkret,” paparnya.
Sementara itu, aparat keamanan juga telah berjaga di lokasi untuk mengantisipasi gangguan keamanan. (*)

Redaksi Mitrapost.com



