Mitrapost.com – Meski dulunya dikenal sebagai salah satu negara dengan wilayah terpadat di dunia, namun kini Cina termasuk di antara banyak daerah Asia yang berjuang lantaran kondisi rendahnya angka kelahiran.
Melansir dari CNBC Indonesia, salah satu upaya untuk menggandakan angka kelahiran, Ibu Kota Beijing kini menerapkan kebijakan berupa pengenaan pajak atas transaksi pembelian kondom, pil Keluarga Berencana (KB), hingga alat kontrasepsi lainnya.
Diketahui, langkah tersebut diambil setelah tahun lalu Cina mengalokasikan dana sebanyak 90 miliar yuan atau setara dengan 12,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang digunakan untuk program perawatan anak nasional.
Dalam hal ini, program tersebut berjalan dengan cara pembayaran satu kali sekitar 3.600 yuan atau setara dengan 500 dolar AS kepada sejumlah keluarga untuk setiap anak yang berusia tiga tahun bahkan kurang.
Namun sayangnya, pajak sebesar 13 persen tersebut dinilai masih tidak sebanding dengan biaya rata-rata untuk membesarkan anak di Tiongkok, di mana perkiraannya sekitar 538.000 yuan atau lebih dari 77.000 dolar AS hingga pada usia 18 tahun.
Sementara di sisi lain, satu bungkus kondom kini diharga sekitar 50 yuan atau sekitar 7 dolar AS serta persediaan pil KB selama sebulan yang memiliki rata-rata sekitar 130 yuan atau setara 19 dolar AS. Meski begitu, penerapan pajak terbaru ini disebut bukan menjadi pengeluaran yang besar.
Perlu diketahui, Cina merupakan salah satu dari banyak negara yang selama ini mengadopsi kebijakan berupa pro natalis guna mengatasi rendahnya angka kelahiran. Namun, beberapa kebijakan yang pernah diterapkan diketahui jarang memberikan hasil yang efektif. (*)

Redaksi Mitrapost.com






