Pati, Mitrapost.com – Stok bibit ayam atau DOC FS (Day Old Chick Final Stock) Broiler di Kabupaten Pati mengalami kelangkaan sejak pertengahan 2024.
Sebagian peternak juga sempat menunda siklus produksi karena pasokan yang terbatas dan adanya kenaikan harga.
Hal ini pun berpotensi memengaruhi suplai ayam hidup serta stabilitas protein hewani masyarakat jika tak ditangani.
Merespon hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bakal mengupayakan agar distribusi dan harga DOC lebih stabil sehingga usaha peternak tetap berjalan.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyebut, kebutuhan DOC di Pati sendiri mencapai sekitar 33 juta ekor per tahun dengan lima hingga tujuh siklus pemeliharaan.
Namun harga DOC melonjak dari kisaran harga Rp5.000 per ekor menjadi Rp8.000 – Rp10.000 per ekor.
Risma menyebut, pasokan DOC dipengaruhi oleh pengaturan populasi induk PS (Parent Stock) dan GPS (Grand Parent Stock), yang merupakan induk ayam pembibit penghasil telur tetas.
Distribusi selama ini banyak terserap ke perusahaan perunggasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sehingga para peternak mandiri pun terdampak. Mereka membutuhkan kepastian akses pasokan.
Sebagai solusinya, Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda menyebut, para peternak mandiri akan dialokasikan 1.000 box DOC per minggu.
“Dan akhirnya hari ini kita sepakati distribusi 1.000 box DOC per minggu untuk peternak mandiri,” ujarnya.
Jumlah tersebut sudah berdasarkan hasil kesepakatan antara Persaudaraan Peternak Mandiri Pati (PPMP) dan Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU).
Untuk memastikan kesepakatan berjalan dengan baik, proses distribusi akan diawasi oleh Pemerintah pusat bersama Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati.
Pemkab Pati juga akan melakukan pendataan terhadap kebutuhan per siklus, pembelian kolektif DOC, hingga pengembangan unit penetasan telur menjadi DOC dan penguatan koperasi sebagai pihak penyerap hasil produksi.
Kemudian melakukan pengawasan harga, fasilitasi distribusi resmi, serta melakukan langkah preventif dalam mencegah masuk dan menyebarnya penyakit di kandang ternak.
“Ini bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Dengan pasokan 1.000 box per minggu, kami harap produksi kembali normal dan harga ayam di Pati tetap stabil,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com




