IHSG Menunjukkan Pergerakan yang Lesu, 5 Saham Ini Diproyeksikan Aman untuk Trading

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada penurunan 2,65% di level Rp8.016,8, mencerminkan tekanan berlanjut di pasar saham Indonesia setelah bergerak lesu sepanjang sesi perdagangan kemarin.

Penurunan ini menunjukkan sentimen risiko investor yang masih dominan, terutama dipengaruhi oleh kondisi eksternal yang tidak mendukung dan likuiditas pasar yang berhati-hati.

Untuk perdagangan besok, indeks kemungkinan tetap berada dalam fase konsolidasi atau stabilisasi di area support-resistance, dengan fokus asing dan domestik pada laporan berita makro serta data ekonomi utama.

BMRI – PT Bank Mandiri Tbk

Melansir dari IDX Channel, saham BMRI diketahui menutup perdagangannya di sesi awal pada angka Rp5.075. Sementara meski penutupan IHSG kemarin menunjukkan penurunan, range kenaikan hariannya berpotensi berada pada level Rp5.100 — Rp5.175.

Dalam lingkungan pasar yang melemah, respons teknikal terhadap support jangka pendek lebih cenderung terbatas, sehingga pergerakan harian moderat di atas penutupan bisa terjadi ketika IHSG mencoba rebound teknikal ringan.

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

BBRI termasuk bank besar yang diperdagangkan aktif dengan basis simpanan dan kredit domestik luas, sehingga saham ini relatif lebih resisten terhadap tekanan sementara di pasar. Oleh sebab itu, penutupan perdagangannya berada di angka Rp3.820.

Lantaran pergerakan harian BBRI cenderung konservatif dan mengikuti perbaikan sentimen pasar keseluruhan, saham ini diperkirakan naik pada level Rp3.840 — Rp3.920.

UNVR — PT Unilever Indonesia Tbk

Konsumer primer biasanya kurang sensitif terhadap downside pasar secara tiba-tiba karena permintaan barang kebutuhan sehari-hari relatif stabil, untuk itu penutupan perdagangan sebelumnya di angka Rp2.250.

Namun ketika IHSG menstabilkan diri setelah tekanan signifikan, saham konsumer besar seperti UNVR cenderung bergerak lebih stabil dengan risiko downside terbatas. Sementara, potensi kenaikannya di level Rp2.265 — Rp2.300.

ADRO — PT Alamtri Resources Indonesia Tbk

Dinamika harga ADRO mencerminkan sektor komoditas yang punya dukungan fundamental dari permintaan energi dan arus kas operasional kuat. Hal ini terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.410 dengan potensi kenaikannya di level Rp2.434 — Rp2.502.

Ketika IHSG melemah tajam tetapi sentimen risiko mulai stabil, saham energi seperti ADRO sering mencatat pergerakan kenaikan teknikal yang moderat karena aliran modal stabil masuk kembali.

ALII – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk

ALII menyajikan kombinasi sektor yang kurang korelatif dengan risiko pasar yang ekstrem dan karakter aktivitas perdagangan yang tetap hidup. Oleh sebab itu, penutupan perdagangannya pada angka Rp7.400 dan diproyeksikan naik di level Rp7.500 — Rp7.650.

Ketika IHSG menunjukkan tanda stabilisasi setelah tekanan, saham logistik seperti ALII mampu menyerap minat beli teknikal dan mencatat kenaikan moderat dalam pergerakan harian. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati