Mitrapost.com – Seorang akuntan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial F viral usai membongkar praktik mark-up dapur Makan Begizi Gratis (MBG) di Sukabumi yang merupakan tempatnya bekerja.
F menyebut, SPPG sengaja menambah jumlah orderan, namun barang yang datang tak sesuai jumlah tersebut. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah podcast.
Namun usai viral, F pada akhirnya meminta maaf. Pernyataannya itu telah dibantah oleh Kepala SPPG Lembursitu 2, Fikri Febriansyah (26). Fikri menyebut, apa yang disampaikan F tak benar.
Data yang diungkapkan F, jelasnya, bukan data terbaru. Karena ada pembelian lain yang dilakukan guna menutupi kekurangan bahan makanan.
“Awalnya ini kita miss komunikasi antara akuntan dengan ahli gizi juga tidak ada laporan, karena di hari itu ada kekurangan beras, ayam, dan buah,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Ia menyebut kekurangan bahan tersebut memang terjadi pada dini hari. Sehingga pembelian pun dilakukan pada saat itu juga.
“Jadi mau bagaimana lag ikan kita juga kekurangan itu di dini hari, jadi kita harus segera membeli langsung kekoperasi, sehingga ada penambahan dari ayam dan beras tersebut,” paparnya.
Ia mengaku, F sudah diajak bertemu untuk meluruskan kesalahpahaman yang disebut terjadi.
“Saya menghubungi yang bersangkutan untuk mengadakan diskusi, lalu pengecekan dari pihak akuntan tersebut karena memang ada penambahan di hari tersebut juga. Kita kan diawali dengan data awal, dan ternyata ketika di sortir itu yang busuk, ada yang rusak berasnya,” terangnya.
Ia menyebut, kesalahpahaman bisa terjadi karena saat pemesanan barang, akuntan F sedang sakit dan tidak ada di dapur tersebut. Masalah tersebut, jelasnya, telah diselesaikan secara kekeluargaan. (*)

Redaksi Mitrapost.com






