Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Senin, 6 April 2026 pada sesi pertama, melemah hingga sebesar 0,79% ke level 6.971,00, tertekan oleh mayoritas sektor yang berada di zona merah, seperti non-siklikal dan infrastruktur.
Untuk Selasa, 7 April 2026, IHSG berpotensi sideways dengan kecenderungan rebound teknikal terbatas, terutama jika saham-saham yang sudah mengalami tekanan mulai mendapatkan akumulasi kembali. Fokus pasar bukan lagi ke seluruh indeks, tetapi ke saham yang punya momentum intraday.
MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk
Saham ini cenderung responsif terhadap perubahan sentimen komoditas dan aliran dana spekulatif jangka pendek. Dalam kondisi pasar yang mulai mencari momentum baru, saham seperti ini sering menjadi tujuan rotasi karena memiliki volatilitas yang cukup untuk rebound teknikal.
Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp3.260, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp3.287 — Rp3.332.
ESSA – PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Diketahui, ESSA sering muncul dalam fase rotasi sektor karena memiliki eksposur ke energi dan industri sekaligus. Ketika pasar tidak sepenuhnya kuat, saham dengan cerita sektoral spesifik seperti ini cenderung menarik minat karena tidak sepenuhnya mengikuti arah IHSG.
Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp675, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp680 — Rp688.
BRMS – PT Bumi Resources Minerals Tbk
Dalam kondisi pasar yang mulai stabil, saham seperti ini sering menjadi target trading karena peluang rebound lebih cepat dibanding saham besar. BRMS termasuk saham yang sensitif terhadap sentimen jangka pendek dan sering mengalami pergerakan cepat setelah tekanan.
Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp735, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp742 — Rp753.
ADMR – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
ADMR memiliki karakter pergerakan yang cukup aktif dan sering menjadi alternatif dari saham energi utama. Dalam fase pasar sideways, saham ini cenderung lebih hidup karena kombinasi likuiditas dan sentimen komoditas.
Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp1.880, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp1.895 — Rp1.923.
PWON – PT Pakuwon Jati Tbk
Sektor properti mulai menunjukkan stabilisasi setelah periode tekanan. PWON sebagai salah satu saham properti besar sering menjadi titik awal akumulasi ketika investor mulai masuk kembali ke sektor yang sebelumnya tertinggal.
Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp338, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp341 — Rp346. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com



