Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada hari ini Kamis (9/4/2026) di level 7.220,26 atau turun -58.95 poin (-0.81%) per 09:27 WIB.
IHSG masih dalam fase volatil dan tidak stabil setelah tekanan dalam beberapa hari sebelumnya. Terjadi tarik-ulur antara rebound teknikal dan aksi profit taking. Volume transaksi tetap aktif dan menciptakan pegerakan naik turun cepat. Kondisi ini memberikan peluang untuk scalping.
Berikut lima saham yang dinilai potensial untuk scalping Kamis, 9 April 2026.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
Saham ini memiliki likuiditas terbesar di market dan sering mengalami rebound cepat usai tekanan jual. BBRI cocok untuk scalping karena volumenya yang besar sehingga mudah masuk/keluar.
Kemudian sering muncul pola intraday bounce dan micro swing.
BULL – PT Buana Lintas Lautan Tbk
Saham ini sensitif terhadap harga minyak global mengingat sektornya adalah pelayaran/energi. Ketika ada sentimen energi, maka BULL menunjukkan pegerakan cepat.
BULL bisa masuk watchlist karena memiliki volatilitas yang tinggi, sering muncul spike intraday, dan momentum cepat terbentuk.
PPRE – PT. PP Presisi Tbk
PPRE menjadi saham konstruksi yang aktif saat market sideways dan sering membentuk pola teknikal intraday.
Range intraday yang cukup jelas dan momentum teknikal yang mudah dibaca, menjadikan PPRE cocok untuk scalping.
TAPG – PT. Triputra Agro Persada Tbk
Sebagai perusahaan sektor CPO, pergerakan TAPG dipengaruhi harga komoditas global. Pergerakannya seringkali tak searah IHSG, bisa menjadi peluang bagi scalper.
Scalper bisa memanfaatkan volatilitas saham karena sentimen komoditas, atau saat terjadi pergerakan tiba-tiba dan terjadi range intraday yang menarik.
BRIS – PT Bank Syariah Indonesia Tbk
BRIS memiliki volume retail dan institusi yang tinggi. Momentum sering muncul saat breakout. BRIS layak masuk watchlist karena memiliki likuiditas yang kuat. Kemudian pergerakan intraday cukup agresif dan banyak peluang short momentum. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






