Pasar Berotasi ke Sektor Energi-Tambang, Berikut 5 Saham Potensial untuk Scalping!

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (26/5/2026) dibuka di level 6.201,80. Kondisi pasar masih dalam fase volatile sideways dengan rotasi cepat ke sektor energi, konglomerasi, dan pertambangan.

Kondisi pasar seperti ini sangat cocok untuk scalping cepat dengan potensi profit 1-3%. Berikut ini 5 saham listing Bursa Efek Indonesia (BEI) yang potensial untuk scalping hari ini!

Bumi Resources Tbk (BUMI)

Likuiditas BUMI sangat tinggi dan termasuk top volume retail BEI, sehingga spread relatif tipis. Kinerja perusahaan dipengaruhi harga batubara global, sehingga harga bergantung pada sentimen komoditas. Harga BUMI cenderung agresif, cepat bergerak ke area overbought/oversold. Buy on weakness saat dekat EMA20 atau RSI mulai rebound dari area 40–45. Sell cepat saat RSI mendekati 70.

Barito Pacific Tbk (BRPT)

Fundamental BRPT membaik signifikan didukung laba Q1 2026 melonjak tajam, serta sektor energi dan petrokimia masih kuat. Likuiditas saham juga sangat tinggi. Harga menunjukkan kenaikan lanjutan, tapi rawan profit taking cepat. Buy saat pullback ringan ke EMA20 atau saat volume melonjak. Sell dekat resistance psikologis atau jika RSI lebih dari 70 untuk ambil profit bertahap.

Petrosea Tbk (PTRO)

Likuiditas PTRO tinggi. Kinerja perusahaan didukung sektor mining services dan energi. Harga potensial mengarah rebound atau mulai menguat kembali setelah konsolidasi. Buy saat harga memantul dari support intraday. Sell dekat resistance harian atau saat volume mulai melemah.

Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)

Likuiditas BNBR cukup tinggi di saham berharga rendah. Fundamentalnya belum terlalu kuat, sehingga lebih banyak digerakkan sentimen market dan retail flow. Harga sering ekstrem dan cepat berubah arah, breakout pendek lalu pullback tajam. Buy saat breakout kecil dengan lonjakan volume. Sell cepat jika volume mulai turun atau breakout gagal.

Darma Henwa Tbk (DEWA)

Likuiditas cukup aktif. Pergerakan harga sensitif terhadap sentimen batubara dan kontraktor tambang. Momentum cepat berubah, dan sering naik cepat ke area overbought. Buy saat breakout high intraday dengan volume besar atau buy near support saat seller mulai melemah. Sell saat mulai rejection atau RSI mendekati 70. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati