Mitrapost.com – Program bahan bakar nabati (BBN) bernama B50 yang mengolaborasikan antara 50% biodiesel berbasis minyak kelapa sawit dengan 50% solar murni, akan mulai diimplementasikan pada Juli 2026 mendatang.
Perlu diketahui, bahan bakar nabati sejauh ini telah digunakan untuk lokomotif kereta api. Dalam hal ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sudah mulai menggunakan bahan bakar biosolar B40 pada seluruh lokomotifnya sejak Februari 2025.
Melansir dari Detik Finance, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyatakan bahwa pihaknya telah siap menggunakan bahan bakar B50 untuk diterapkan di sektor perkeretaapian yang saat ini tengah digarap oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Namun lantaran prioritas utamanya adalah dengan menjaga keselamatan perjalanan, maka seluruh sarana lokomotif dan genset yang akan menggunakan bahan bakar B50 dipastikan melalui rangkaian uji coba teknis terlebih dahulu sebelum resmi digunakan untuk melayani pelanggan.
“Pemanfaatan energi terbarukan yang semakin maju membuat kereta api semakin unggul dalam menjaga kelestarian alam, sehingga kita bisa mewariskan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang,” jelas Anne dalam keterangannya, dikutip Senin (13/04/2026).
Menurut Anne, pihaknya meyakini bahwa penggunaan energi terbarukan mampu menghasilkan emisi yang lebih rendah. Selain itu, program tersebut juga sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperbesar pemanfaatan BBN.
Sementara, pemanfaatan BBN tersebut menjadi bagian dari sebuah strategi besar Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk menuju kemandirian energi nasional beserta pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.
“Di tengah kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan,” katanya. (*)

Redaksi Mitrapost.com



