Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada pembukaan perdagangan hari ini Rabu (15/4/2026) pukul 09.21 WIB di level 7.722,12, naik 46.17 poin (+0.6%).
Kondisi market sedang mengalami tren naik (menguat) secara konsisten dalam jangka waktu tertentu atau bullish, namun rawan koreksi.
Berikut ini lima saham dengan potensi pergerakan harga signifikan pada Kamis, 16 April 2026.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Sebagai perusahaan yang fokus sektor UMKM, BBRI memiliki pertumbuhan yang stabil. Selain itu, CASA (Current Account Savings Account) yang tinggi berdampak pada margin yang kuat.
BBRI berpotensi naik di kisaran 5-10 persen di kisaran Rp3.600 — Rp3.800 dari harga penutupan Selasa (14/4/2026), Rp3.460.
Hal itu didukung sektor bank yang mulai catch-up rally. Namun ada risiko rentan profit taking setelah rally IHSG.
TINS – PT Timah Tbk
TINS memiliki fundamental yang kuat sebagai produsen timah global. Selain itu, permintaan logam industri meningkat. Didukung momentum sektor komoditas yang masih kuat.
Hal itu mendorong TINS berpotensi naik 8% – 15% di level Rp4.300 — Rp4.500 dari harga penutupan Rp3.950 pada Selasa (14/4/2026).
Meski begitu, ada risiko fluktuasi harga timah global.
ESSA – PT ESSA Industries Indonesia Tbk
ESSA bergerak di sektor energi dan amonia didukung sektor energi yang masih menjadi leader IHSG menjadikan ESSA layak untuk dilirik.
ESSA berpotensi naik 10% – 18% di kisaran Rp900 — Rp980 dari harga penutupan Rp830 Selasa (14/4/2026).
Namun ada risiko saham sensitif terhadap harga energi global.
NCKL – PT Trimegah Bangun Persada Tbk
NCKL memiliki fundamental yang kuat karena smelter nikel terintegrasi dan bagian rantai pasok baterai EV.
Saham ini potensial naik 10% – 20% di harga Rp1.200 — Rp1.300 dari penutupan Selasa (14/4/2026), Rp1.120. Didukung sentimen EV dan nikel global yang masih kuat. Namun ada risiko volatilitas tinggi (high beta).
INKP – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
Sebagai produsen pulp dan paper skala global, INKP layak masuk dalam watchlist saham. Selain itu, INKP memiliki ekspor kuat.
Saham ini berpotensi naik 6% – 12% dari harga penutupan Rp9.725 pada Selasa (14/4/2026) menjadi Rp10.300 — Rp10.900.
Hal itu didukung recovery sektor industri dan ekspor. Namun ada risiko harga pulp global fluktuatif. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






