Astronot Misi Artemis II Mengalami Kesulitan Bergerak Usai Mendarat di Bumi

Mitrapost.com Para astronot misi Artemis II mengalami kesulitan bergerak setelah mendarat kembali di Bumi. Sebelumnya, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen, diketahui telah menempuh perjalanan selama 9 hari di ruang mikrogravitasi.

Dilansir dari New York Post, berada di luar angkasa atau ruang mikrogravitasi dalam waktu lama bisa menyebabkan masalah yang berhubungan gravitasi saat kembali menginjakkan kaki ke Bumi.

Ini termasuk masalah keseimbangan telinga bagian dalam, mual, masalah sistem kekebalan tubuh, gangguan tidur, dan masalah penglihatan. Kondisi ini terjadi karena mikrogravitasi menyebabkan darah berkumpul di kepala, sehingga memengaruhi saraf optik.

“Ketika orang hidup dalam gravitasi mikro, sistem dalam tubuh kita yang telah berevolusi untuk memberi tahu otak kita bagaimana kita bergerak, organ vestibular, tidak bekerja dengan benar,” tulis Christina Koch melalui akun media sosialnya.

“Otak kita belajar untuk mengabaikan sinyal-sinyal itu dan jadi ketika kita pertama kali kembali ke gravitasi, kita sangat bergantung pada mata kita untuk mengarahkan diri kita secara visual,” lanjutnya.

Selain itu, keadaan tanpa boboy di luar angkasa juga dapat menyebabkan kehilangan massa yang signifikan. Biasanya, massa otot dapat menurun hingga 20% hanya dalam dua minggu, sementara kehilangan kepadatan tulang hingga 2% per bulan.

Sementara itu, Komandan Reid Wiseman melaporkan bahwa mereka dalam kondisi stabil, menurut laporan CNN. Para astronot mampu melakukan aktivitas pasca berada di luar angkasa tanpa bantuan kursi roda.

Mereka juga dijadwalkan untuk menjalani ‘kursus rintangan’, seperti melibatkan pendakian tangga, serta tes lainnya, untuk mengukur seberapa baik mereka menyesuaikan diri dengan gravitasi Bumi dan mengumpulkan data-data yang diperlukan.

Sebagai informasi, misi Artemis II oleh NASA berhasil kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, California, pada 10 April 2026. Mereka melewati atmosfer Bumi dengan kecepatan puncak hampir 25.000 mil per jam.

Selama perjalanan bersejarah, pesawat ruang angkasa tersebut melesat sejauh 252.756 mil dari Bumi pada 1 April 2026. Misi tersebut memecahkan rekor misi Apollo 13 yang menempuh 248.655 mil sekitar 56 tahun yang lalu di tahun 1970. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati