Mitrapost.com – Kondisi pasar masih cenderung berkonsolidasi, meski rawan koreksi. Hal ini dipengaruhi oleh adanya sentiment negatif karena isu Morgan Stanley Capital International (MSCI), hingga pelemahan nilai rupiah yang mendorong net sell asing.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 24 April 2026 diprediksi akan sideways-volatile. Masih ada potensi kenaikan harga, namun terbatas dan rawan profit taking. Beli saat harga saham sedang turun, dan Sell saat sedang naik mendekati resistance.
5 Saham Potensi Naik pada 24 April 2026
Harum Energy Tbk – HRUM
Harga HRUM diperkirakan naik di range 6% hingga 12% pada 24 April 2026. Kinerja keuangan perusahaan ini sangat dipengaruhi harga komoditas energi global, terutama batu bara. Likuiditas HRUM tinggi dan merupakan salah satu perusahaan big cap sektor energi.
Pergerakan harga HRUM rebound dari MA50, menunjukkan awal tren kenaikan (uptrend). Histogram MACD menunjukkan sinyal golden cross, atau menuju penguatan harga. RSI berada di level 55-65 atau naik moderat.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk – PGAS
Harga PGAS diperkirakan naik di range 5% hingga 10% pada 24 April 2026. Kinerja keuangan BUMN ini cenderung stabil, didukung demand energi domestik. Likuiditas sangat tinggi dan termasuk dalam LQ45. MA PGAS cenderung sideways, mengindikasikan potensi breakout. MACD turut menunjukkan momentum positif. RSI menunjukkan level 50–60 atau awal kenaikan.
Vale Indonesia Tbk – INCO
Harga INCO diperkirakan naik di range 7% hingga 13% pada 24 April 2026. Kinerja perusahaan dipengaruhi harga komoditas nikel, bahkan diuntungkan karena kenaikan permintaan global EV. Likuiditas saham perusahaan termasuk tinggi. MA INCO menunjukkan breakout dari tren penurunan. MACD juga mengindikasikan pembalikan arah menuju bullish.
Energi Mega Persada Tbk – ENRG
Harga ENRG diperkirakan naik di range 8% hingga 15% pada 24 April 2026. Kinerja perusahaan sangat sensitif dengan perubahan harga minyak. Likuiditas ENRG termasuk tinggi dan menjadi favorit trader. MA menunjukkan pola breakout kuat dari base dan MACD mengindikasikan ekspansi tajam. RSI juga menunjukkan momentum tinggi.
Erajaya Swasembada Tbk – ERAA
Harga ERAA diperkirakan naik di range 4% hingga 9% pada 24 April 2026. Kinerja perusahaan menunjukkan recovery dan merupakan saham likuiditas tinggi. Harga ERAA menunjukkan rebound dari MA200 (strong support), serta MACD mulai naik. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi

Redaksi Mitrapost.com






