Mitrapost.com – Pemerintah Republik Indonesia (RI) disebut akan melakukan ekspor pupuk urea lokal untuk dikirimkan ke sejumlah negara seperti India, Filipina, Thailand, Brasil, dan Australia.
Dalam hal ini, Sekretaris Kabinet (Seskab RI), Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa total komitmen ekspor pupuk urea ke luar negeri tersebut nantinya akan disiapkan dengan jumlah nilai mencapai 1 juta ton.
“Ke depan, sebagian pupuk urea juga akan diekspor ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil, dengan total komitmen ekspor mencapai kurang lebih 1 juta ton,” jelas Teddy dalam keterangan resminya, dilansir dari CNN Indonesia.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengungkapkan langkah Pemerintah Pusat untuk mulai melakukan ekspor pupuk urea ke Australia sejumlah 250 ribu ton dalam tahap pertama.
Bahkan, langkah tersebut juga kembali ditegaskan oleh Presiden Prabowo setelah pihaknya menerima apresiasi secara langsung dari Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, yang dilakukan melalui sambungan telepon.
“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250 ribu ton pada tahap pertama,” katanya, dikutip Kamis (23/04/2026).
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Pertanian, total produksi pupuk urea nasional mencapai hingga 7,8 juta ton. Sementara, kebutuhan domestiknya tercatat hanya sebesar 6,3 juta ton. Artinya, RI memiliki surplus 1,5 juta ton untuk mendukung kebutuhan ekspor.
Menurut Seskab Teddy, langkah eskpor tersebut bertujuan untuk menguatkan posisi RI dalam kontribusinya di pasar global seiring dengan tingginya permintaan pupuk urea internasional. Selain itu, ekspor juga dilakukan guna menjaga ketahanan pangan nasional.
“Dengan pendekatan ini, ekspor tidak hanya memberikan nilai tambah perekonomian nasional, tapi juga menjamin ketersediaan pupuk bagi kebutuhan petani di dalam negeri,” ucapnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com
