5 Saham Berpotensi Alami Pergerakan Harga Signifikan 4 Mei

Mitrapost.comIndeks Harga Sahan Gabungan (IHSG) sempat turun tajam akibat adanya tekanan global dan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Meski begitu, market mulai menunjukkan rebound teknikal di tengah tren turun (bearish rebound). Kondisi ini membuka peluang technical bounce atau short term trading.

Berikut ini 5 saham berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan pada 4 Mei.

ADMR – Adaro Minerals Indonesia

ADMR merupakan anak usaha ADRO yang bergerak di sektor batubara metalurgi dengan eksposure ke permintaan baja global.

Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp1.960 — Rp2.100 atau 6% – 12% dari harga penutupan Rp1.850 pada Kamis (1/30/2026).

Hal itu didukung rebound sektor energi setelah koreksi tajam. Selain itu, direkomendasikan analis saat kondisi buy on weakness.

Namun ada risiko sangat tergantung harga komoditas dan volatil tinggi.

HRTA – Hartadinata Abadi

Bisnis emas selama ini menjadi safe heaven bagi investor. Selain itu demand yang stabil saat global tak pasti, menjadi alasan saham ini layak diperhitungkan.

Potensi kenaikan saham ini mencapai 5% – 11% di level Rp2.900 — Rp3.000 dari harga penutupan Rp2.740 pada Kamis (1/30/2026).

Didukung ketegangan global mendorong dorong harga emas. Saham ini juga defensif saat market lemah. Namun ada risiko likuiditas tidak sebesar big cap.

ISAT – Indosat Ooredoo Hutchison

Saham ISAT berpotensi naik di kisaran Rp2.100 — Rp2.200 atau +4% – 8% dari harga penutupan Rp1.995 pada Kamis (1/30/2026).

Pertumbuhan data & digital, serta margin membaik pasca merger. Didukung rotasi ke sektor defensif non-bank dan kinerja operasional stabil. Namun ada risiko kompetisi telco ketat dan capital expenditure tinggi.

ULTJ – Ultrajaya Milk Industry

ULTJ merupakan saham sektor konsumer defensif (produk susu) dengan cash flow stabil. Potensi kenaikan saham ini berkisar 4% – 9% di level Rp1.800 — Rp1.800 dari harga penutupan Rp1.690 pada Kamis (1/30/2026).

Didukung konsumsi domestik tetap kuat dan saham defensif saat IHSG tidak stabil. Namun ada risiko pertumbuhan terbatas dan margin tertekan bahan baku.

SRTG – Saratoga Investama Sedaya

SRTG merupakan investment holding atau perusahaan induk investasi dengan eksposure ke energi dan digital.

Saham ini berpotensi naik 6% – 13% di level Investment holding dari harga penutupan Rp1.795 pada Kamis (1/30/2026).

Didukung saham ini sering rebound kuat saat market recovery dan nilai aset (NAV) menarik. Namun ada risiko sensitif terhadap sentimen market dan pergerakan fluktuatif. (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati