Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,22% atau 15,15 poin ke level 6.971,95 pada Senin, 4 Mei 2026, dengan pergerakan di rentang 6.946,05–7.069,69. Meskipun ditutup menghijau, indeks sempat gagal bertahan di level 7.000 dan mayoritas saham tercatat melemah.
Untuk perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan stabil hingga menguat moderat, didukung oleh peluang re-akumulasi pada saham berlikuiditas tinggi dan berfundamental kuat.
ADRO – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Dalam kondisi pasar yang cenderung stabil, saham dengan potensi re-rating seperti ini dapat menarik minat karena kombinasi eksposur sektor energi dan narasi transformasi yang sedang berlangsung. Hal ini membuat ADRO menutup perdagangannya di angka Rp2.500.
Selain itu, ADRO menunjukkan karakter sebagai saham berbasis sumber daya yang sedang berada dalam fase transisi bisnis ini diperkirakan akan berada pada fase Rp2.550 — Rp2.600.
BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
Sebagai saham perbankan dengan likuiditas tinggi, BBCA sering menjadi indikator utama arus dana besar. Dalam kondisi IHSG yang mulai stabil, saham ini berpotensi menguat secara bertahap seiring masuknya kembali dana institusional.
Meski perdagangannya kemarin sempat ditutup di fase Rp5.900, namun saham ini diprediksi berada pada rentang harga Rp6.018 — Rp6.136. Pergerakan tersebut masih berpotensi berlanjut selama sentimen komoditas tetap stabil.
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
Dalam kondisi pasar yang tidak agresif, saham berbasis komoditas sering menjadi tujuan awal akumulasi kembali. ANTM tetap relevan dalam rotasi sektor komoditas, terutama terkait ekspektasi hilirisasi dan permintaan logam.
Meski perdagangannya kemarin sempat ditutup di fase Rp3.800, namun saham ini diprediksi berada pada rentang harga Rp3.914 — Rp3.990. Pergerakan tersebut masih berpotensi berlanjut selama sentimen komoditas tetap stabil.
TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Saham TLKM menawarkan karakter defensif dengan stabilitas pendapatan, sehingga cenderung menarik dalam fase konsolidasi pasar. Selain itu, saham ini juga berpotensi mengalami penguatan moderat seiring meningkatnya kebutuhan akan saham berisiko lebih rendah.
Meski perdagangannya kemarin sempat ditutup di fase Rp2.890, namun saham ini diprediksi berada pada rentang harga Rp2.948 — Rp3.005. Pergerakan tersebut masih berpotensi berlanjut selama sentimen komoditas tetap stabil.
INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Dalam kondisi pasar yang selektif, saham konsumsi besar seperti INDF menjadi pilihan logis untuk menjaga keseimbangan portofolio sekaligus tetap menangkap peluang pertumbuhan. Kemudian, saham ini juga didukung oleh kekuatan konsumsi domestik yang relatif stabil.
Meski perdagangannya kemarin sempat ditutup di fase Rp6.950, namun saham ini diprediksi berada pada rentang harga Rp7.089 — Rp7.228. Pergerakan tersebut masih berpotensi berlanjut selama sentimen komoditas tetap stabil. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com

