Mitrapost.com – Sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi masuknya penyebaran hantavirus ke wilayah Republik Indonesia (RI), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperketat pengawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Dinas Kesehatan Provinsi Banten bekerja sama secara langsung dengan pihak kekarantinaan kesehatan mengupayakan langkah tersebut untuk difokuskan pada sejumlah pintu masuk kedatangan dari luar negeri.
“Peningkatan pengawasan dilakukan di pintu masuk Balai Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta dan BKK kelas 1 Banten,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, dilansir dari Antaranews, Jumat (15/05/2026).
Selain itu, Pemprov Banten juga melakukan sejumlah upaya lainnya berupa peningkatan status kewaspadaan terhadap suspek hantavirus di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Dalam hal ini, fasyankes tersebut dikhususkan bagi fasilitas kesehatan yang ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel untuk Penyakit Infeksi Emerging di Banten, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang.
Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan berupa menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, mencegah masuknya tikus ke dalam rumah, hingga menyimpan makanan di wadah yang tertutup rapat, alih-alih bersikap panik.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar menghindari kontak langsung dengan reservoir, yaitu tikus beserta kotorannya, maupun area yang berpotensi tercemar seperti tempat sampah dan got. Segera datang ke fasyankes jika mengalami gejala suspek,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






