Pati, Mitrapost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengharapkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap bahan baku dari petani lokal dalam rangka pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menilai bahwa penyerapan bahan baku dari petani lokal mampu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di masyarakat. Meski demikian, diperlukan penataan lebih lanjut supaya petani lokal bisa menjadi pemasok dapur MBG secara langsung.
“Kalau itu harus ada penataan yang lebih lanjut antara supplier dengan mitra dari MBG tersebut. Tentunya ada koordinasi supaya hasil pertanian yang diambil atau dibeli oleh tengkulak bisa disalurkan ke dapur-dapur tadi,” jelas Ali Badrudin.
Selama ini, hasil pertanian lokal sering kali disalurkan ke tengkulak lebih dulu, baru masuk ke SPPG. Menurut Ali Badrudin, rantai distribusi itu dapat dipangkas, sehingga bahan baku dari petani bisa dibeli langsung oleh pihak dapur MBG sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
“Tentunya juga harus mengingat, karena harganya jangan sampai melebih pasaran, kan ada juga batas HET nya,” jelasnya.
Selain penyerapan bahan baku dari petani lokal untuk penyajian menu program MBG, anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga meminta agar dapur SPPG melakukan evaluasi alokasi anggaran secara berkala.
“Evaluasinya tentunya pelayanan yang terbaik dengan misal saja diangkat 10 ribu ya dibelanjakan 10 ribu,” jelasnya.
DPRD Kabupaten Pati bersama dengan pengawas MBG juga menjalin kerjasama untuk memastikan menu yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar.
“Kami bersama-sama dengan tim pengawas dari MBG tentunya DPRD juga melakukan pengawasan supaya jangan sampai ada yang basi, ada yang tidak memenuhi standar, dan kemudian menunya jelek,” pungkasnya. (Adv)

Wartawan Mitrapost.com






