Mitrapost.com – Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keoptimisannya terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang akan mengalami penurunan.
Dalam hal ini, pihaknya menilai jika penurunan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax tersebut akan terjadi seiring dengan menurunnya harga minyak dunia. Sementara, harga minyak mentah dunia pada awal Juli 2026 tercatat berada pada angka di bawah 69 dolar Amerika Serikat (AS).
Melansir dari Kompastv, penurunan harga minyak dunia tersebut terpantau terjadi setelah sempat mencapai di atas angka 100 dolar AS. Fenomena tersebut sementara terjadi setelah adanya ketegangan di Timur Tengah yang dilaporkan pecah.
“Saya pikir, saya harapkan sih nanti setelah harga minyak dunia kan sudah turun, pelan-pelan harga Pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, dikutip Kamis (02/07/2026).
Kemudian, Purbaya juga berharap jika penurunan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax ini nantinya dapat melakukan pengurangan tekanan terhadap adanya fenomena inflasi maupun kenaikan harga pada barang/jasa.
Pasalnya, fenomena inflasi yang belakangan ini terjadi dinilai terpengaruh akan adanya kenaikan harga minyak dunia yang terpantau tinggi. Oleh sebab itu, Purbaya optimis jika inflasi dapat terkendali ke depannya, seiring dengan menurunnya harga minyak dunia.
Berdasar pada siaran pers yang dipublikasikan dalam laman Bank Indonesia (BI) pada awal Juli 2026, kelompok harga barang dan jasa yang penetapannya diatur oleh pemerintah (administered prices) sempat mengalami inflasi sepanjang Juni 2026 sebesar 1,41 persen. (*)

Redaksi Mitrapost.com

