Mitrapost.com – Sejumlah tenaga farmasi Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Kota Malang, Jawa Timur, memutuskan mengundurkan diri (resign). Aksi resign massal pada bulan Juli 2026 ini menyebabkan ruang farmasi rawat inap rumah sakit terpaksa ditutup total.
Adapun hal ini dipicu karena beban kerja, serta pembayaran gaji yang bermasalah. Menurut salah satu unggahan pegawai, rumah sakit menunggak pembayaran gaji sampai 3 bulan, hingga potongan sebesar 50%.
Tim unit pelayanan vital juga dituntut siaga dengan skema 3 shift penuh tanpa kompensasi kesejahteraan yang sepadan. Akibat beban kerja tersebut, kondisi kesehatan tim yang bertugas menjadi tidak baik.
Menanggapi hal ini, tim manajemen RSI Unisma membuka suara. Pihaknya mengaku menghormati pilihan para karyawan yang memutuskan untuk mengundurkan diri. Pihaknya menjelaskan bahwa pihak rumah sakit masih fokus pada pembenahan pelayanan dan penanganan permasalahan.
“Untuk teman-teman yang resign, kami dari manajemen menghormati pilihan teman-teman. Berkarier dimanapun kami sangat menghormati pilihannya. Semoga mendapatkan kebaikan dimanapun berada,” ujar Human Resources Development (HRD) RSI Unisma, Nofa Diana, dikutip Detik.
“Ada beberapa yang resign, saya lupa totalnya. Karena beberapa hari ini kami fokus pada pelayanan rumah sakit, dan permasalahan yang sebelumnya terjadi,” tutup Nofa. (*)

Redaksi Mitrapost.com






