Mitrapost.com – Pada pembukaan perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 25,99 poin atau naik 0,41% ke level 6.366,01, didorong oleh optimisme pasar yang mayoritas juga menghijau di bursa Asia.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
TINS — PT Timah Tbk
Pergerakan harga timah global dan meningkatnya minat pada saham komoditas membuat TINS cenderung memiliki volatilitas intraday yang cukup baik, lantaran menjadi perhatian bagi investor. Likuiditasnya yang tinggi juga memudahkan trader keluar-masuk posisi dalam waktu singkat.
EMAS — PT Merdeka Gold Resources Tbk
Ketika IHSG menguat, saham berbasis komoditas seperti EMAS sering menjadi tujuan rotasi dana. Dengan volume transaksi yang aktif dan karakter pergerakan yang responsif terhadap sentimen emas, EMAS memiliki peluang pergerakan intraday yang menarik untuk scalping karena memperoleh sentimen positif dari sektor logam mulia.
VKTR — PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
Diketahui, saham VKTR berpotensi menarik bagi trader harian karena berada di sektor kendaraan listrik yang masih menjadi tema investasi jangka panjang.
Selain itu, saham VKTR kerap menunjukkan lonjakan volume ketika minat terhadap sektor EV meningkat. Jika volume pada sesi pertama bertahan tinggi, peluang pergerakan cepat dalam satu hari cukup terbuka.
KLBF — PT Kalbe Farma Tbk
Pada saat IHSG menguat, saham-saham berkapitalisasi besar seperti KLBF yang merupakan saham defensif dengan likuiditas sangat baik sering memperoleh aliran dana institusi.
Meskipun volatilitasnya tidak setinggi saham lapis dua, spread yang relatif rapat dan konsistensi transaksi membuat KLBF cocok untuk scalping dengan target tipis.
BULL — PT Buana Lintas Lautan Tbk
Diketahui, saham BULL menarik untuk scalping karena didukung oleh prospek sektor pelayaran dan logistik. Saham ini sering menunjukkan pergerakan yang responsif ketika terjadi peningkatan volume transaksi.
Bagi trader harian, BULL dapat menjadi pilihan selama mampu bertahan di atas support intraday dan didukung antrian beli yang kuat. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






