Mitrapost.com – Kondisi pasar pada 24 Juli 2026 diperkirakan bullish ringan hingga moderat. Banyak peluang breakout dan pullback untuk trading cepat atau scalping hari ini. Meski demikian, trader tetap harus waspada pada aksi profit taking.
Adapun sejumlah sektor yang mendominasi. Sektor perbankan sering kali menjadi tujuan dana investor institusi dan asing karena kinerja yang stabil. Selain itu, sektor energi cenderung sensitif terhadap kenaikan harga komoditas dan prospek pertumbuhan sektor infrastruktur meningkat seiring proyek pemerintah.
Sementara, berikut kami rangkum 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang potensial untuk scalping hari ini!
PT Chandra Asri Pacific Tbk – TPIA
Likuiditas saham cenderung tinggi dengan nilai transaksi besar. Fundamental perusahaan didukung bisnis petrokimia yang stabil dan prospek ekspansi jangka panjang. Secara teknikal, masih ada ruang kenaikan karena momentum masih sehat. Buy saat breakout resistance dengan volume meningkat, kemudian Sell saat mencapai target 3-6% atau saat momentum mulai melemah.
PT Bank Central Asia Tbk – BBCA
BBCA merupakan salah satu saham paling likuid di BEI. Kinerja keuangan perusahaan sangat kuat dengan laba dan kualitas aset yang konsisten. Secara teknikal, harga masih menunjukkan tren positif. Entry saat pullback ke support intraday atau breakout resistance dengan volume besar, kemudian Exit saat target profit 2-4% tercapai atau ketika harga mendekati overbought.
PT Bakrie & Brothers Tbk – BNBR
Likuiditas BNBR cukup tinggi ketika menjadi perhatian pasar, didukung kinerja keuangan yang masih dalam tahap perbaikan, sehingga pergerakan harga cenderung dipengaruhi oleh sentimen. Harga masih di area ideal, sehingga masih ada indikasi kenaikan. Buy saat breakout area konsolidasi dengan lonjakan volume, kemudian Sell dengan target angka 4-7% atau saat harga turun sampai dengan stop loss.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk – DSSA
Likuiditas DSSA termasuk tinggi dengan fundamental tetap kuat dengan dukungan bisnis energi dan infrastruktur. Secara teknikal, pergerakan harga menunjukkan tren positif. Buy saat breakout resistance, kemudian jual saat mencapai target profit 4-6% atau setelah muncul sinyal bearish.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk – BUVA
Likuiditas BUVA termasuk tinggi didukung kinerja keuangan masih dalam proses pemulihan, sehingga lebih sensitif terhadap sentimen pasar. Buy setelah ada sinyal konfirmasi golden cross dengan volume meningkat, kemudian Sell dengan target profit 4-7% atau stop loss 2-3%. (*)

Redaksi Mitrapost.com






