Mitrapost.com – Mayat perempuan yang ditemukan di indekos Jalan Makaliwe, Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar), diduga korban pembunuhan kekasihnya sendiri. Saat ini, pelaku berinisial E tersebut telah diringkus oleh pihak kepolisian.
Penangkapan pelaku turut dibenarkan oleh Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy. E berhasil diamankan tak lama setelah penemuan jasad korban, pada Rabu (29/7/2026) malam, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel).
“E diamankan sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan,” kata, Kamis (30/7/2026), dikutip Detik.
Ia mengatakan bahwa hubungan antara korban M dan pelaku E merupakan pasangan kekasih.
“Pelaku adalah pacarnya korban,” kata Ressa, Jumat (31/7/2026).
Peristiwa bermula ketika korban mendatangi kamar kos tersangka. Keduanya sempat terlibat perselisihan di lokasi tersebut, kemudian pelaku mengambil sebuah palu dan memukul korban sampai meninggal dunia.
Adapun sejumlah barang bukti yang turut diamankan terkait kasus ini, di antaranya satu buah palu yang diduga digunakan sebagai senjata, dua unit telepon seluler, tas, dompet, perhiasan, kain, topi, sarung tangan, serta satu unit sepeda motor.
Saat ini, proses hukum masih ditangani oleh Subdit 3 Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan ditemukan tak bernyawa di sebuah indekos wilayah Jakarta Barat (Jakbar), Rabu (29/7/2026) malam. Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya menyebut, saat ditemukan, kondisi korban mengalami luka di bagian kepala.
“Betul, ditemukan seorang wanita dalam kondisi meninggal dunia dengan luka di bagian kepala,” kata dia, pada Kamis (30/7/2026).
Menurut informasi yang beredar, penemuan jasad terjadi sekitar pukul 18.30 Wib. Awalnya, warga melihat cairan diduga darah mengalir dari lokasi kejadian, sehingga kemudian dilaporkan ke pengurus wilayah, baru ke nomor darurat.
“Jadi pada saat di laporan 110 ini, tetangga yang di lantai satu melaporkan ada darah yang menetes dari atas. Karena ditemukan itu, warga melaporkan ke RT dan RW setempat. Setelah itu bersama-sama mereka, warga yang tinggal di sini dengan RT/RW mengecek kosan di lantai dua,” tutur Reza dikutip Kompas.
“Ada pintu yang terkunci dan dibuka, lalu ditemukan seorang perempuan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” tambah dia. (*)

Redaksi Mitrapost.com






