Mitrapost.com – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palembang, Sumatera Selatan tembus 94.964 sepanjang Januari-Juli 2026.
Hal itu sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina.
“Selama periode Januari-Juli 2026 tercatat sebanyak 94.964 kasus ISPA yang kami tangani,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Kasus ISPA ini tergolong tinggi. Meski begitu, pihak Dinkes memastikan tak ada warga yang meninggal dunia akibat penyakit ini.
“Alhamdulillah di Palembang tidak ada pasien meninggal dunia akibat penyakit tersebut,” ujarnya.
ISPA sendiri masuk penyakit yang mudah menular. Sehingga perlu diwaspadai. Terlebih, penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.
“ISPA menjangkit masyarakat semua kelompok usia mulai dari anak-anak, dewasa hingga lansia,” ujarnya.
Sementara itu, penyebaran ISPA dapat terjadi lewat udara utamanya saat kualitas lingkungan menurun. Diperparah dengan musim kemarau membuat debu beterbangan.
“Penyakit ini sangat mudah menular dan bisa dialami oleh semua kalangan, khususnya para lansia dan anak-anak apalagi saat musim kemarau karena banyak debu beterbangan yang memicu ISPA mudah menyebar luas,” ujarnya.
Sebagai upaya mengantisipasi ISPA, masyarakat pun diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Sebagai upaya pencegahan, saat ini pihaknya menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta selalu menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih,” ujarnya.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker agar terhindar dari ISPA.
“Masyarakat juga kami minta menggunakan masker sebagai cara yang efektif agar terhindar dari penyebaran ISPA, terutama saat musim kemarau,” paparnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com



