Pati, Mitrapost.com – Petambak garam di Kabupaten Pati, Jawa Tengah sebagian besar telah memanfaatkan teknologi geomembran. Pemanfaatan itu dinilai cukup tinggi bagi petambak garam.
Pengelolaan Ekosistem Laut dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Triana Shinta Dewi menyebut sekitar 80 persen petambak garam telah memanfaatkan teknologi geomembran.
Namun, DKP Pati belum mendata secara detail terhadap petambak garam tersebut. Menurutnya, masih ada petambak garam yang menggunakan cara tradisional untuk produksi garam.
“Sekitar 80 persen yang sudah memakai. Kita belum pernah mendata secara detail untuk itu. Ada juga Petambak yang masih menggunakan tanah juga,” ujar Triana ditemui di Kantor DKP Pati, Selasa (01/09/2026).
Triana mengungkap, 80 persen petambak garam itu tersebar di empat kecamatan yaitu Kecamatan Batangan, Juwana, Wedarijaksa dan Trangkil.
Triana menyebut, penggunaan teknologi geomembran itu membawa sejumlah manfaat bagi petambak garam salah satunya meningkatkan kualitas garam.
“Satu meningkatkan kualitas terhadap garam. Warnanya. Kemudian butirannya lebih besar, produksinya lebih banyak,” kata dia.
Program pengenalan geomembran sendiri sudah dimulai sejak 2013 lalu. Sebelumnya, DKP Pati mendapat tugas pembantuan sejak 2011. Program itu berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kami itu mendapatkan tugas dari pembantuan itu dari 2011, kemudian Geomembran mulai dikenalkan 2013, dari sejak itu salah satunya program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com




