Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan cukup berat. IHSG sempat mengalami penurunan pada 28 September setelah sebelumnya melemah.
Tekanan berasal dari kombinasi sentimen global, kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah, serta aksi jual investor asing.
Penurunan IHSG kembali terjadi pada pembukaan perdagangan 29 September. Pada pukul 10.10 WIB, IHSG turun 1,71 persen ke level 6.042,87.
Sementara itu, strategi pada Rabu (30/9/2026) besok, saham yang dapat menjadi perhatian adalah saham dengan katalis fundamental kuat dan relatif menarik volume, bukan mengejar saham yang naik terlalu tinggi.
Berikut ini 5 saham yang berpotensi bergerak signifikan pada Rabu besok.
- AADI — Adaro Andalan Indonesia Tbk
Saham ini termasuk saham yang berpotensi memiliki volatilitas tinggi. Secara fundamental, AADI memiliki bisnis utama pada pertambangan mineral khususnya emas.
Investor asing sebelumnya mencatat net buy terbesar di BRMS pada periode 14–18 September. Namun, fundamental semester I masih menjadi perhatian karena pendapatan turun dan laba bersih turun.
Potensi kenaikan saham ini mencapai Rp12.200— Rp12.800 atau +5% – +10%. Didukung kondisi teknikal oversold, minat asing sebelumnya, dan prospek peningkatan produksi emas. Namun ada risiko fundamental semester I melemah, risiko produksi/kadar emas, serta volatilitas sangat tinggi.
- PTBA — Bukit Asam Tbk
Saham ini menarik perhatian karena sempat menguat pada 28 September. Potensi kenaikan saham ini mencapai +4% – +9% atau Rp3.300 — Rp3.500.
Secara fundamental, laba perusahaan ini melonjak. Kinerja ditopang efisiensi biaya dan penguatan harga jual batu bara.
BRI Danareksa juga memasukkan PTBA sebagai salah satu saham yang dicermati ketika IHSG menghadapi tekanan. Didukung pertumbuhan laba sangat kuat, momentum harga, dan eksposur batu bara.
Namun ada risiko koreksi harga batu bara, volatilitas komoditas, dan aksi ambil untung.
- MDKA — Merdeka Copper Gold Tbk
Saham ini berpotensi naik +5% – +11% di kisaran Rp3.000 — Rp3.200. MDKA mengalami koreksi pada 28 September sehingga membuka ruang untuk technical rebound apabila tekanan jual mereda.
Katalis terbesarnya datang dari fundamental yang baru menguat signifikan. Dimana pendapatan naik, EBITDA melonjak, produksi emas meningkat, sementara produksi bijih nikel MBMA naik.
Didukung pembalikan laba, pertumbuhan bisnis nikel dan emas, serta peluang rebound setelah koreksi tajam.
Namun secara teknikal masih berada di bawah tekanan; harga nikel/emas, biaya energi, rupiah, dan sentimen pasar dapat meningkatkan volatilitas.
- AMRT — Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Potensi kenaikan saham ini mencapai +3% – +7% di kisaran Rp1.400 — Rp1.400. AMRT relatif defensif ketika pasar bergejolak.
Secara fundamental, laba semester I-2026 naik dan pendapatan naik. Didukung bisnis FMCG relatif defensif, pertumbuhan gerai, dan pertumbuhan laba.
Namun ada risiko daya beli konsumen yang selektif, kenaikan biaya operasional, serta valuasi yang relatif tinggi.
- BRMS — Bumi Resources Minerals Tbk
Saham ini berpotensi naik +6% – +12% di kisaran Rp660 — Rp700. BRMS termasuk saham yang berpotensi memiliki volatilitas tinggi.
BRMS memiliki bisnis utama berada pada pertambangan mineral, khususnya emas. Fundamental semester I masih menjadi perhatian karena pendapatan turun dan laba bersih turun.
Namun masih ada dukungan kondisi teknikal oversold, minat asing sebelumnya, dan prospek peningkatan produksi emas.
Sedangkan risikonya adalah fundamental semester I melemah, risiko produksi/kadar emas, serta volatilitas sangat tinggi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






