Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 29 September 2026, dibuka melemah di zona merah pada level 6.118,81, anjlok sekitar 1,97% atau turun 122,81 poin dari penutupan sebelumnya di posisi 6.147,85.
Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Saat IHSG sedang pullback atau tertekan, sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BMRI mengalami akumulasi dan technical rebound di area support penting.
Likuiditas yang sangat jumbo dan spread bid-offer yang rapat meminimalisir slippage, menjadikannya tempat perlindungan ideal bagi scalper yang mengandalkan strategi buy on Weakness/Rebound tick di awal sesi.
CUAN — PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
Saham energi dan tambang berkapitalisasi menengah-besar seperti CUAN memiliki karakteristik volatilitas harian yang sangat tinggi dan tidak terlalu bergantung pada pergerakan indeks atau tidak berkorelasi/beta tinggi.
Tingginya minat spekulatif di pasar membuat CUAN sering memicu breakout tiba-tiba saat IHSG melemah, memberikan ruang gain lebar untuk scalping in-and-out .
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
Katalis pergerakan harga emas global yang menjadi aset safe-haven saat bursa saham ditekan memberikan daya dorong positif untuk ANTM. Likuiditas antrean order book yang tebal di kedua sisi (bid & offer) memudahkan eksekusi transaksi cepat dalam waktu singkat.
PTRO – PT Petrosea Tbk
Didukung oleh sentimen dan rotasi sektor kontraktor pertambangan, saham PTRO kerap menunjukkan aksi lonjakan momentum di awal sesi. Karakter pergerakannya yang agresif memanjakan para scalper yang memanfaatkan pola lonjakan volume perdagangan.
BUMI – PT Bumi Resources Tbk
Saham batu bara dengan basis ritel terbesar seperti BUMI selalu mencatatkan volume dan pemutaran unit saham (turnover) yang masif.
Pada harga fraksi ekonomi, perubahan 1–2 tick pada saham BUMI sudah menghasilkan persentase imbal hasil yang signifikan, sehingga sangat responsif terhadap strategi momentum scalping. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






