Tanggapi Kematian ASN di Latsarmil Komcad, Mendagri Minta Jangan Dipaksakan Jika Sakit

Mitrapost.com – Tanggapi kematian Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian minta ASN tak paksakan diri jika sakit.

“Kalau ada yang merasa ada penyakit, ya janganlah ikut, dipaksakan masuk Komcad, kira-kira gitu,” ujar Tito dilansir dari Kompas.

Kasus kematian itu, jelas Tito, terjadi lantaran ASN tersebut memiliki riwayat penyakit.

“Kalau ada yang meninggal, mungkin sebelumnya ada penyakit ya, mungkin, mungkin,” paparnya.

Oleh karena itu, sebelum mendaftar Komcad, calon peserta diwajibkan menjalani tes kesehatan. Ia juga menyebut keikutsertaan dalam Komcad bersifat sukarela.

“Tapi jangan sampai nanti dia merasa sakit, dia memaksakan diri ikut Komcad. Ada risiko seperti itu,” ujarnya.

Ia memastikan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi termasuk terkait materi yang diberikan selama pelatihan.

“Tapi apa pun juga jadi bahan evaluasi dalam rangka rekrutmen dan juga materi pelatihannya. Saya kira itu,” ujarnya.

Sebelumnya, ASN Kemenekraf bernama Vanreko Varkas Bagaskara meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil Komcad ASN K/L Gelombang 2 Tahun 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Korban sempat hilang kesadaran dan kemudian mendapat penanganan medis pada Jumat (25/9/2026).

Korban sempat mengeluhkan pandangan gelap dan pusing pada pagi hari pukul 09.30 WIB. Saat itu korban menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil dan hendak mengikuti latihan kedua.

“Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr. Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat,” ujarnya.

Ternyata korban mengalami hipotensi dan peningkatan suhu tubuh yang mengindikasikan heatstroke sebagai respon paparan cuaca dan kelelahan.

Penanganan sempat dilakukan berupa kompres dingin, infus, dan terapi oksigen sebelum akhirnya dibawa ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma.

Namun kondisi korban memburuk pada Sabtu (26/9/2026). Korban kemudian mengalami kejang berulang dan kesadarannya menurun.

Ia kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto. Saat sampai pukul 11.30 WIB, Vanreko menjalani pemeriksaan CT scan kepala dan mendapat penanganan intensif di ruang ICU. Namun pada akhirnya korban meninggal dunia. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati