Pati, Mitrapost.com – Distribusi air bersih di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih terkendala minimnya jumlah armada truk tangki.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menyebut, hingga saat ini pihaknya baru memiliki lima armada truk tangki. Jumlah itu, dinilai terlalu minim untuk melakukan distribusi bantuan air bersih di puluhan desa wilayah Kabupaten Pati.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pati, per Kamis (01/10/2026) kemarin, sebanyak 48 desa di 11 kecamatan mengalami krisis air bersih. Menurutnya, untuk mencukupi pasokan air bersih di 48 desa itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati harus menyediakan 10 hingga 12 armada truk tangki.
“Idealnya memang pada saat kita menghitung itu idealnya ya paling tidak 12 tangki, atau setidak-tidaknya 10 tangki lah. 10 tangki itu idealnya supaya kalau kemampuannya 1 tangki itu 4 kali maka kita sehari bisa 40 tangki,” jelas Martinus, belum lama ini.
Dia bilang, saat ini BPBD Pati baru memiliki lima armada truk tangki dengan. pengiriman 20 kali dalam sehari. Rata-rata untuk satu unit truk tangki itu mendistribusikan sebanyak 4 kali dalam sehari.
Ia mengaku keterbatasan armada truk tangki itu menjadi kendala dalam penanganan kekurangan pasokan air bersih di wilayahnya.
Untuk mengatasi keterbatasan armada, kata dia, BPBD Pati sempat berupaya meminjam pakai kendaraan tangki kepada pihak lain. Hal itu belum membuahkan hasil karena armada tersebut juga dipakai untuk keperluan masing-masing.
Lebih lanjut, untuk menangani krisis air bersih itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dipastikan siap membantu pengiriman air dengan satu unit truk tangki. Hal tersebut dinilai cukup membantu BPBD Pati untuk mengirimkan pasokan air bersih.
“Kemudian yang sekiranya nanti bisa membantu menambah armada itu dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana. Itu yang siap untuk membantu setidaknya satu armada untuk menambah mobil tangki di BPBD, sehingga nanti kita dari lima menjadi enam tangki,” ujarnya.
Meski terdapat keterbatasan armada, pihaknya mengaku terbantu adanya aksi sosial dari Palang Merah Indonesia (PMI), Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati hingga masyarakat yang peduli terhadap kekeringan.
“Contoh PMI itu mempunyai dua unit, tetapi PMI pun juga melakukan kegiatan droping bantuan air bersih, sehingga tidak bisa menggunakan tangki PMI untuk membantu tugas BPBD. Dari Polresta Pati ternyata juga aktif sekali melakukan kegiatan droping bantuan air bersih,” tandasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






