Mitrapost.com – Viral dugaan perselingkuhan lewat transfer Rp1 di e-wallet GoPay yang dilakukan seorang suami di Sumedang.
Sang istri bernama Tina Apriyani menceritakan bahwa sang suami menggunakan fitur pesan yang ada di aplikasi tersebut. Pesan disisipkan ketika mereka mengirimkan uang Rp1.
Awal Mula Kasus
Tina mengungkapkan bahwa kecurigaannya terhadap suami sudah muncul sejak 2025. Ia sempat menerima notifikasi terkait pinjaman GoPay yang dilakukan suaminya.
“Saya cek ternyata dia punya pinjaman di GoPay sedangkan saya sendiri perasaan tidak pernah menuntut banyak karena saya seorang bekerja juga menghidupi anak,” ujarnya dilansir Tribun.
Dua minggu kemudian, ia menemukan komunikasi mencurigakan di GoPay antara suaminya dan perempuan diduga selingkuhannya.
Namun Tina memilih diam karena memikirkan kedua anaknya. Terlebih belum ada bukti yang cukup kuat ia miliki.
“Tapi waktu itu saya masih mempertimbangkan perasaan anak ya, saya coba tutup kembali ya sudah saya tidak punya bukti yang begitu akurat untuk dikeluarkan,” ujarnya.
Pada April 2026, Tina mendapati ada pesan dari ibu perempuan tersebut yang terkirim ke suaminya. Isi chat tersebut membahas sang perempuan yang tak ada di tempat dan sudah dicari sampai ke Patung Kuda. Setelah itu, nomor tersebut pun diblokasi suami Tina.
Kecurigaan Menguat
Tina semakin curiga usai seorang pria datang ke tempat latihan renang anaknya. Pria tersebut ternyata suami dari perempuan diduga selingkuhan suami Tina.
Tina pun menemukan bahwa suaminya dan perempuan diduga selingkuhannya berkomunikasi lewat fitur pesan di GoPay. Mereka mengirimkan Rp1 dan meninggalkan pesan di catatan transaksi.
“Jadi kalau kita kirim atau transfer uang ini kan nominalnya cuman Rp1 loh, transfernya cuman Rp1 tapi di bawahnya itu pesannya,” ujarnya.
Sejumlah pesan yang ia temukan diantaranya, “Ayang minggu ka Bandung nya janjinya kangen ayang pokoknya mun badminton oyong pengen video call.”
Selain itu, ada juga pesan berbunyi, “Seru yang malam mingguana sing bahagia atuhnya.”
Keduanya menggunakan e-Wallet untuk berkirim pesan saat ada di rumah.
“Jadi kalau udah di luar rumah komunikasinya pindah ke Google gitu ya.”
Setelah menemukan pesan-pesan tersebut, Tina pun mendokumentasikannya sebagai bukti.
“Langsung buka aplikasi e-wallet dari aktivitas di situ saya lihat chat pertama, chat kedua, chat ketiga, chat keempat, wah ini dipakai komunikasi saya foto semua.”
Kejadian itu kemudian menimbulkan pertengkaran rumah tangga Tina dan suaminya. Sang suami juga marah hingga melakukan kekerasan pada Tina.
“Salah saya terbawa emosi saya cut off langsung ditanya ini apa, reaksinya marah-marah.”
“Dia marah sampai sempat memukul kepala saya, ada KDRT berarti ya.”
Pasca kejadian itu, keduanya sudah tak tinggal serumah. Tina bahkan sempat mendatangi rumah perempuan yang diduga selingkuhan suaminya.
Sang perempuan diketahui merupakan seorang guru berstatus PNS. Tina pun perlu mengikuti prosedur yang berlaku untuk bisa bercerai mengingat status suaminya ASN.
“Status sekarang berpisah rumah karena sebagai ASN belum bisa mengajukan cerai karena ada prosedurnya.” (*)

Redaksi Mitrapost.com






