Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, di level 6.055,156 (menguat 18,26 poin atau sekitar 0,30% dari penutupan sebelumnya di 6,036,888).
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
BFIN – PT BFI Finance Indonesia Tbk
Saham multifinance BFIN ini menunjukkan respon positif dari katalis yang melandainya imbal hasil dan tren pemulihan kredit ritel. BFIN memiliki karakteristik spread bid-offer yang rapat dan kerap mengalami akumulasi volume surge di awal sesi, sangat cocok untuk memanfaatkan momentum intraday 1–2 tick.
ULTJ – PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk
Sebagai emiten sektor barang konsumen primer, saham ULTJ kerap menjadi target rotasi defensif yang menawarkan stabilitas antrean order book. Volatilitasnya yang terukur dan sifat harganya yang sensitif terhadap dorongan hajar kanan pembeli ritel, menjadikannya ideal untuk perdagangan cepat yang berisiko diukur.
BSDE – PT Bumi Serpong Damai Tbk
Sektor properti seperti BSDE mendapatkan sentimen positif dari ekspektasi insentif sektor perumahan serta penyerapan marketing sales. BSDE merupakan salah satu pemimpin sektornya yang memiliki likuiditas harian jumbo, sehingga eksekusi beli dan jual skala besar dapat dilakukan tanpa memicu slippage tinggi.
PACK – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk
Diketahui, saham PACK dikenal memiliki pergerakan harga yang sangat terkait dengan rentang pergerakan harian (daily range ) yang lebar. Hal ini menjadikannya salah satu saham berkapitalisasi menengah (mid-cap) favorit para scalper untuk berburu momentum gain cepat.
INCO – PT Vale Indonesia Tbk
Didorong oleh penguatan nikel harga global serta rencana ekspansi smelter, INCO mencatatkan pergerakan harian (daily range) yang relatif lebar. Tingkat likuiditasnya yang tebal memudahkan calo untuk memanfatkan swing intraday di area support/resistance kunci Sesi I. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






