Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 6.039,01 pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, naik tipis 0,13% atau 11,57 poin, dipengaruhi oleh sentimen global termasuk lonjakan harga minyak dunia, ketegangan geopolitik, serta antisipasi pasar terhadap data penjualan eceran domestik dan arah suku bunga The Fed.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Sebagai salah satu penopang utama indeks, BMRI mengalami rotasi modal dari investor institusi di awal sesi. Antrean bid-offer yang tebal dan nilai transaksi jumbo meminimalisir risiko slippage, menjadikannya ideal untuk eksekusi scalping berbasis lot besar pada rentang pergerakan 1–2 tick.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Diketahui, BBRI merupakan saham big-cap paling aktif yang menjadi saluran utama capital inflow saat IHSG berada di zona hijau. Likuiditas yang sangat masif mempermudah scalper untuk melakukan transaksi quick in-and-out di rentang harga intraday support/resistance Sesi I.
PTRO – PT Petrosea Tbk
Didorong oleh momentum sektor jasa pertambangan dan energi, saham PTRO menunjukkan tingkat volatilitas yang tinggi dengan range harga harian yang lebar. Karakter pergerakannya yang agresif saat terjadi akumulasi volume burst di awal sesi sangat disukai oleh para momentum scalper.
BUMI – PT Bumi Resources Tbk
Saham batu bara favorit ritel seperti BUMI ini selalu mencatatkan pemutaran volume unit saham (turnover) yang masif.
Mengingat harga fraksinya yang ekonomis, kenaikan 1–2 tick saja di saham BUMI memberikan persentase imbal hasil (return) yang signifikan, sangat responsif untuk memanfaatkan pergerakan cepat running trade.
FORU – PT Fortune Indonesia Tbk
Diketahui, FORU merupakan saham small-cap ber-beta tinggi yang memiliki pergerakan harga sangat lincah. Saham FORU sering memicu opening range breakout dengan fluktuasi persentase yang tajam di awal perdagangan, memberikan peluang gain cepat bagi scalper spesialis saham lincah. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com


