Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026, dengan kenaikan sebesar 14,70 poin (0,25%) ke posisi 5.940,68, didukung oleh penguatan sektor energi, keuangan, teknologi, hingga infrastruktur.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
CUAN – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
Diketahui, CUAN memiliki reputasi sebagai saham ber-beta tinggi dengan daily range yang lebar. Saat IHSG dibuka menguat, CUAN sangat sensitif terhadap momentum akumulasi dan sering mencatatkan breakout harga secara eksplosif di awal sesi, memberikan ruang take profit cepat bagi scalper.
PACK – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk
Transformasi lini bisnis dan struktur usaha menjadikan saham PACK memiliki tingkat aktivitas transaksi harian yang dinamis.
Perubahan beberapa fraksi harga saja pada PACK sudah memberikan persentase imbal hasil (return) yang cukup tinggi, sangat responsif untuk strategi quick in-and-out di awal sesi.
PKPK – PT Paragon Karya Perkasa Tbk
Saham energi dan kontraktor pertambangan berkapitalisasi menengah-kecil seperti PKPK dikenal memiliki lonjakan volume transaksi harian (volume burst) yang tajam saat terpicu sentimen komoditas.
Karakteristik antrean order book-nya yang dinamis memungkinkan scalper memanfaatkan pantulan harga dari level support intraday.
NAYZ – PT Hassana Boga Sejahtera Tbk
Emiten sektor konsumer (produsen makanan bayi) pada NAYZ merupakan salah satu saham pilihan di Papan Pengembangan/Akselerasi.
Fluktuasi harganya yang cepat dan tidak berkorelasi langsung dengan pergerakan indeks (uncorrelated) membuatnya sangat menarik untuk aksi momentum trade di rentang waktu singkat.
HRTA – PT Hartadinata Abadi Tbk
Sentimen tren kenaikan dan stabilitas harga emas dunia menjadi katalis positif utama bagi produsen perhiasan emas dalam saham HRTA. Dengan transaksi yang likuid dan spread bid-offer yang rapat, HRTA sangat cocok untuk strategi scalping memanfaatkan dorongan haka (hajar kanan) pada Sesi I. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com




