Pati, Mitrapost.com – Tanaman cabai di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati mengering imbas dari musim kemarau tahun 2026 ini. Akibatnya, petani harus mencabuti tanaman cabai di lahan.
Petani cabai di Desa Ngurensiti kini hanya bisa pasrah dengan kondisi tanaman cabai yang mengering ini. Keluhan itu dirasakan oleh salah satu petani cabai merah keriting bernama Siti Rukayah.
Rukayah mengatakan, tanaman cabai miliknya ini telah mengering sejak tiga bulan lalu. Hal itu membuat dirinya harus mencabuti tanaman cabai untuk segera diganti dengan yang lain.
“Sudah kering. Sudah tiga bulan,” kata Rukayah ditemui di lahan miliknya Desa Ngurensiti.
Kondisi ini, membuat Rukayah merugi. Apalagi harga cabai merah keriting ini dinilai cukup tinggi yakni mencapai Rp33.000 – Rp35.000 per kilogram.
“Dulu cuma Rp11.000. Kalau sekarang kan Rp33.000 sampai Rp35.000 per kilogram,” terang dia.
Dia mengaku untuk merawat tanaman cabai, ia telah menghabiskan Rp10 juta untuk membeli pupuk. Itu pun, lanjut dia, belum termasuk biaya obat-obatan yang dibutuhkan tanaman cabai tersebut.
“Habisnya sekitar Rp10 juta itu untuk pupuknya, ninggal obat,” imbuhnya.
Menurut dia, sudah empat bulan ini wilayahnya tidak turun hujan. Pasokan air dari Waduk Gembong sebelumnya memang telah digelontorkan. Namun hal itu tidak berpengaruh lantaran tanaman cabai miliknya telah mengering.
“Kayaknya percuma gitu. Kalau sudah di waduk habis ya sudah. Kemarin ada dari waduk tiga kali. Ini sudah habis. Paling yang diutamakan padi dari waduk,” katanya.
Menurutnya, kemarau tahun ini lebih parah dibandingkan tahun 2025 kemarin. Pada tahun 2025 kemarin, masih turun hujan dan bisa membasahi tanaman cabai di Desa Ngurensiti.
“Lebih parah dari tahun sebelumnya. Tahun kemarin kan masih ada hujan sedikit-sedikit, tidak apa-apa,” ungkapnya.
Setelah tanaman cabai dicabut, Rukayah pun kini tinggal menunggu musim hujan datang. Setelah itu, Rukayah berencana menanam bawang merah.
“Nanti kalau sudah ada hujan, ditanami bawang merah,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com





