Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melakukan upaya antisipasi kebencanaan di wilayahnya. Upaya tersebut dilakukan melalui penyiapan anggaran belanja tak terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan bahwa BTT Rp20 miliar itu diperuntukkan untuk penanganan kebencanaan, baik kekeringan maupun banjir.
“Rp20 miliar itu BTT keseluruhan. Jadi Rp20 miliar tidak hanya untuk kekeringan tapi untuk semua kebencanaan. Sebentar lagi setelah El Nino ini berlalu pasti akan ada fenomena la Nina biasanya ada banjir-banjir,” ujar Martinus.
Selain itu, tambah dia, anggaran BTT dapat dimanfaatkan untuk penanganan bencana jangka panjang seperti pembuatan sumur dalam. Menurutnya, droping bantuan air hanya merupakan penanganan sementara.
“Artinya solusi yang lebih permanen, untuk penanganan kekeringan, kalau dropping hanya sesaat saja atau penanganan sementara,” jelasnya.
Martinus mengungkap bahwa dana Rp20 miliar itu bukan hanya digunakan untuk BPBD Kabupaten Pati, melainkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain pun bisa memanfaatkan anggaran tersebut.
Martinus mencontohkan, DINSOSP3AKB Pati dapat menggunakan BTT untuk pemenuhan kebutuhan dasar logistik ketika bencana banjir.
“Dinas kesehatan bisa menggunakan anggaran itu kaitannya dengan misalnya pengobatan dampak yang ditimbulkan oleh bencana,” paparnya.
“Kemudian Dinas PU itu jelas, bisa menggunakan BTT untuk infrastruktur yang rusak karena bencana. Dinas Pendidikan bisa menggunakan BTT untuk penanganan sekolah-sekolah yang rusak karena banjir,” dia menambahkan. (*)

Wartawan Mitrapost.com






