Mitrapost.com – Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor mengancam wilayah lereng Gunung Muria imbas penyusutan kawasan hutan.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah berencana membangun lubang resapan air atau rorak di kawasan hutan.
Keberadaan lubang resapan air tersebut nantinya diharapkan dapat menahan limpasan air hujan agar tak langsung mengalir ke hilir sekaligus menjaga ketersediaan sumber mata air.
“Kalau menunggu pohon itu 10 tahun, kalau bikin rorak kan tidak butuh 1 tahun. Jangka pendek itu, di samping nanti menyuburkan tanaman,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dilansir dari Detik.
Gus Yasin menilai, kerusakan kawasan Gunung Muria dapat mengancam tiga wilayah meliputi Kabupaten Kudus, Pati, Jepara. Sehingga upaya konservasi perlu dilakukan agar aliran air dari kawasan hulu tak langsung mengalir ke hilir. Selain itu, keberlangsungan sumber mata air juga perlu diperhatikan.
“Kenapa saya minta untuk bikin rorak, supaya airnya tidak langsung ke bawah. Otomatis sumber-sumber air yang sudah ada akan terisi. Ini yang perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Alih fungsi lahan menurutnya juga perlu dikendalikan, utamanya yang dapat mengganggu fungsi ekologi Gunung Muria.
Saat ini, sejumlah kawasan diketahui sudah beralih fungsi menjadi kebun kopi. Hal itu pun menjadi keprihatinan masyarakat.
Ketua Komunitas Pegiat Konservasi Alam (PEKA) Muria, Teguh Budi Wiyono mengatakan, dari 116 titik mata air yang telah didata komunitasnya, hampir 80 persen di antaranya mengalami kondisi kering atau mati.
Padahal, Gunung Muria selama ini menjadi habitat berbagai satwa dilindungi termasuk macan tutul dan elang Jawa.
Ada sekitar 120 jenis burung dan sejumlah pohon langka hingga mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di sana.
Oleh karenanya, ia berharap penetapan Gunung Muria sebagai Taman Hutan Raya (Tahura), dapat menjadi momentum pemulihan kawasan tersebut.
“Harapan kami, dengan adanya Surat Keputusan (SK) Taman Hutan Raya (Tahura), hutan kembali terjaga, Kami titip supaya ekologi, ekonomi, dan hidrologi di Muria tetap terjaga,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com







