Kiat Berpuasa Bagi Penderita Diabetes Menurut Ahli

Mitrapost.com Puasa bagi penderita diabetes bukan sekadar menahan lapar dan haus. Sebab, jika asupan makanan berkurang, kadar gula darah bisa menurun (hipoglikemia). Sebaliknya, jika terlalu banyak, gula darah bisa meningkat di atas normal (hiperglikemia).

Bagi penderita diabetes, jika ingin tetap menjalankan puasa ada baiknya untuk konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam dahulu. Sebab, kondisi diabetes tiap orang berbeda. Ada yang dibolehkan, ada yang tak disarankan.

Baca juga: Puasa Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria? Begini Penjelasan Dokter

Aturan Berpuasa Penderita Diabetes

Menurut International Islamic Fiqh Academy dan The Islamic Organization for Medical Sciences, ada 4 kategoriboleh atau tidaknya seorang penderita diabetes berpuasa.

Risiko Rendah:

  • Kadar HbA1C < 7%.
  • Kondisi pasien sehat dengan kadar gula darah terkontrol oleh diet dan obat dari dokter. Pasien berisiko rendah boleh berpuasa.

Risiko Sedang

  • Kadar HbA1C < 8%.
  • Kondisi pasien sehat dengan kadar gula darah terkontrol oleh diet, obat dari dokter, atau short-acting insulin (suntik insulin). Pasien berisiko sedang boleh berpuasa, tetapi harus hati-hati.
Baca Juga :   Gejala Awal Diabetes yang Tak Disadari

Risiko Tinggi

  • Kadar HbA1C 8-11%.
  • Kadar gula darah sebelum puasa dan selama puasa mencapai 150-300 mg/dL.
  • Mengidap penyakit kronis, seperti gagal jantung, kanker, stroke, dan hipertensi.
  • Mengidap komplikasi mikrovaskular, seperti gangguan retina, saraf, dan organ ginjal, serta komplikasi makrovaskular.
  • Penderita diabetes yang mengalami penurunan ingatan, demensia, berusia 75 tahun, mendapat terapi insulin, dan tinggal sendirian sebaiknya tidak berpuasa.

Risiko Sangat Tinggi

  • Kadar HbA1C > 10%.
  • Kadar gula darah tinggi, yakni > 300 mg/dL saat puasa dan sebelum puasa.
  • Penderita tipe-1, baik orang dewasa maupun anak yang menderita diabetes.
  • Mengalami penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia) selama 3 bulan terakhir tanpa penyebab yang jelas.
  • Mengalami komplikasi diabetes ketoasidosis dan hiperglikemia.
  • Penderita diabetes sedang hamil, mengidap demensia, menjalani cuci darah (dialisis), dan mengidap penyakit akut sangat tidak direkomendasikan untuk berpuasa.

Baca juga: Semua Karyawan Hingga Petugas Kebersihan Kantor DPRD Pati Ikuti Rapid Test Massal

Tips untuk Penderita Diabetes Berpuasa

Supaya penderita diabetes bisa berpuasa dengan lancar, berikut tips dan cara puasa yang baik untuk penderita diabetes yang bisa Anda terapkan selama Ramadan:

  • Wajib sahur. Jangan melewatkan sahur agar Anda punya cadangan energi selama menjalani puasa dan mencegah serangan hipoglikemia.
  • Makan 3 kali sehari. Selama berpuasa, penderita diabetes sebaiknya tetap makan 3 kali sehari, yaitu saat sahur, buka puasa, dan setelah ibadah tarawih. Ini dilakukan supaya kadar gula darah tidak turun lama.
  • Jangan makan berlebihan. Terkadang Anda merasa tidak cukup dengan hidangan sahur dan berbuka, sehingga Anda makan berlebihan. Hindari makan berlebihan, karena memicu serangan hiperglikemia. Awali buka puasa dengan takjil, lalu dilanjutkan dengan makanan bergizi dalam porsi secukupnya.
  • Minum air putih secukupnya. Minum air putih saat sahur dan berbuka dapat menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik. Pahami aturan minum air putih agar jumlahnya pas, karena terlalu banyak minum air putih akan berdampak buruk bagi kesehatan penderita diabetes.
  • Perbanyak makanan berserat. Makanan berserat tinggi tidak langsung dicerna tubuh, sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama. Konsumsi makanan berserat tinggi seperti nasi merah untuk karbohidrat, gandum, sayur, dan buah-buahan.
  • Hindari gorengan dan makanan manis. Penimbunan lemak jenuh dimulai dengan konsumsi gorengan, ini meningkatkan kadar gula darah. Selain gorengan, penderita diabetes juga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan manis guna menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.
  • Periksa kadar gula darah secara teratur. Seperti yang disebutkan di atas, Anda perlu memeriksa kadar gula darah ke rumah sakit atau penyedia layanan meski sedang berpuasa. Pemeriksaan kadar gula darah bisa dilakukan setelah Anda sahur, saat berpuasa, dan setelah berbuka puasa. Ini penting dilakukan guna menghindari serangan hipoglikemia dan hiperglikemia.
Baca Juga :   Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkab Lakukan Rapid Test Massal di 3 Swalayan Pati

Meski begitu, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai oleh penderita diabetes jika ingin berpuasa, seperti hiperglikemia yang terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan saat sahur dan berbuka, serta dehidrasi karena kekurangan cairan selama berpuasa. (*)

Baca juga: Bayar Zakat Fitrah Tak Harus Nunggu di Malam Hari Raya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral