oleh

Selama Tiga Bulan, Total Insentif Nakes Pati Rp 6 Miliar dari APBN

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati, Turi Atmoko, mengatakan baru dua puskesmas yang mendapatkan insentif untuk tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

“Dua puskesmas yang (baru) mendapatakan alokasi (insentif) tenaga kesehatan. Yang lain belum ada kabar. Puskesmas Batangan sama Winong (yang sudah),” ujar Turi Atmoko saat ditemui Mitrapost.com di kantornya, Senin (3/8/2020) pagi.

“Mikirnya saya ya langsung brek semua. Tapi kog mung semene. Rp 700 juta-an begitu,” lanjut Turi Atmoko.

Ia tidak tahu penyebab tersendatnya insentif nakes ini. Padahal sudah berbulan-bulan para nakes menangani pasien positif Covid-19.

Para nakes ini seharusnya mendapatakan insentif Rp7,5 juta hingga Rp10 juta. “Dokter 10 juta, tenaga medis 7,5 juta,” ungkap Turi.

Baca Juga :   Anggaran Covid-19 di Rembang, 11 Miliar untuk Insentif Nakes

Baca juga : Respons Tuntutan GP Ansor, Satpol PP Kembali Tutup Karaoke

Insentif ini yang mengusulkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), lalu disampaikan kepada KPPN dan Kementrian Keuangan. Apabila sudah dapat dicairkan, insentif ini masuk ke rekening APBD dan dapat dicairkan.

Namun, kata Turi, belum tentu usulan ini diterima semua. “Betul tidak mereka (nakes yang diusulkan mendapatkan insentif) menangani Covid-19,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Edy Siswanto membenarkan baru dua puskesmas yang telah mendapatkan insentif dari APBN ini.

“Anggaran dari pusat itu kan diperuntukan untuk puskesmas dan rumah sakit lini dua. Yang sudah keluar itu Puskesmas Batangan sama Puskesmas Winong 2. Sekarang sudah keluar semua,” ungkap Edy saat ditemui Mitrapost.com di kompleks Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga :   Wali Kota Surabaya Komitmen Berikan Insentif Nakes 100 Persen

Pihaknya pun sudahmengusulkan anggaran sekitar Rp 6 miliar untuk insentif nakes yang bekerja selama tiga bulan dalam menangani kasus Covid-19. Bulan selanjutnya Ia akan mengajukan kembali.

“Kita sudah didrop sekitar Rp 6 koma sekian miliar. Itu untuk 21 puskesmas dan Rumah Sakit Soewondo. Kita sudah ajukan ke sana. Insentif ini untuk Maret, April dan Mei,” pungkasnya. (*)

Baca juga : 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Baca Juga :   Pemdes Tambahmulyo Bakal Rancang Perdes Tentang Kelola Sampah

Redaktur : Dwifa Okta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral