oleh

Di Jateng, Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Bui

Semarang, Mitrapost.com – Pelanggar protokol kesehatan di Jawa Tengah berkemungkinan dapat sanksi dipenjara. Sanksi yang lebih tegas ini mungkin dilakukan jika sanksi yang sudah ada tidak bisa memberikan efek jera.

“Kalau itu tidak terlaksana dengan baik, bukan tidak mungkin kita menerapkan sanksi yang lebih tegas. Jateng punya Perda yang mengatur pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Perda itu tahun 2013 dan saya terjemahkan dalam Pergub sehingga Covid ini bisa masuk,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat apel pasukan gabungan di Balai Kota Semarang, Rabu (16/9/2020).

“Itu sanksinya cukup berat, yakni dipenjara selama 6 bulan dan bisa didenda Rp50 juta. Tapi sebenarnya kami tidak ingin menghukum masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Penegakan Hukum Pelanggar Protokol Kesehatan, Gus Yasin Minta Gandeng Tokoh Agama

Hal ini disampaikan sebab kasus Covid-19 di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang, menjadi perhatian pemerintah pusat. Oleh karenanya, upaya penurunan kasus Covid-19 lebih digencarkan.

“Kita diminta back up ibu kota Jawa Tengah ini, tapi bukan berarti yang lain tidak. Dua minggu diminta menurunkan kasus penularan Covid-19,” jelasnya.

Untuk lingkup operasi yustisi protokol kesehatan, akan dilakukan lebih ketat hingga tigkat RT, terutama daerah yang memiliki angka Covid-19 yang tinggi. Segala unsur mulai babinsa dan babikamtibmas akan dikerahkan.

“Pak wali punya datanya untuk mikrozonasi maka tidak semua Kota Semarang yang sapu bersih. Kalau ada yang merah sampai merah tua, kita perhatikan. Kami minta kepada RT, RW, Lurah dibantu dari babinsa dan babinkamtibmas, maka ini pendekatan mikrozonasinya,” jelasnya. (*)

Baca juga: 

 

Artikel ini telah tayang di Detik.com dengan judul ‘Jika Kasus Corona Tak Turun, Ganjar Buka Opsi Pelanggar Protokol Dibui

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed