oleh

Dicekal AS, Facebook Ancam Angkat Kaki dari Eropa

Mitrapost.com – Komisaris Perlindungan Data Irlandia memberlakukan larangan transfer data antara Facebook dengan AS. Atas kebijakan tersebut, Facebook menggertak akan menarik semua layanannya di Eropa.

Sebelumnya, Komisaris Perlindungan Data Irlandia menjelaskan, Badan Intelijen AS dapat mengakses data pribadi pengguna Facebook di Eropa. Dengan demikian, privasi data pengguna Eropa dinilai tidak terlindungi. Dalam tanggapannya, salah satu juru bicara Facebook, Yvonne Cunnane mengatakan bahwa larangan tersebut akan membuat Facebook lumpuh total.

Baca juga: 5 Inovasi Teknologi yang Bisa Kamu Gunakan Agar Tetap Sehat Selama PSBB

“Jika Facebook dikenakan pengangguhan penuh atas transfer data pengguna ke AS, maka tidak jelas bagaimana Facebook dapat terus menyediakan layanannya (Facebook dan Instagram) di Eropa,” kata Cunnane, seperti mengutip Kompas.com, Kamis (24/9/2020).

Lebih lanjut, Facebook menuturkan bahwa organisasi besar lainnya juga turut mengandalkan mekanisme transfer data dari Eropa dan AS dalam mengoperasikan layanan mereka.

Baca juga: Mirip Instagram, WhatsApp Tengah Jajal Fitur Pesan Foto Menghilang Otomatis

Pemasalahan ini bergulir sejak 2011 lalu. Semua itu berawal ketika seorang pengacara asal Austria, Max Schrems menggugat Facebook atas keluhan praktik jaringan sosial. Max mempermasalahkan mekanisme transfer data pribadi pengguna Facebook di Eropa yang dikirimkan ke pihak AS. Kemudian di tahun 2015, kasus tersebut kembali mencuat karena terungkapnya program Prism yang dijalankan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (National Security Agency/ NSA).

Diketahui bahwa NSA memiliki akses langsung ke sistem Google, Facebook, Apple, dan raksasa internet AS lainnya. Dengan akses ini, NSA dimungkinkan mengumpulkan beragam data, termasuk riwayat pencarian, isi e-mail, pemindahan file, dan live chatting. Schrems mengajukan keluhan privasi lebih lanjut, yang akhirnya ditanggapi oleh pengadilan Eropa. Pihak pengadilan memutuskan pada tahun 2015 bahwa keberadaan Prism telah mematahkan perjanjian Safe Harbour, yang sebelumnya disepakati antara Facebook dan Eropa.

Baca juga: Rentetan Misi NASA Usai Mendarat di Bulan pada 2024 Mendatang

Safe Harbour merupakan perjanjian yang mewajibkan pengelola layanan online melindungi data milik warga Eropa apabila ditransfer ke Amerika Serikat.Eropa kemudian mengupayakan perjanjian hukum kedua guna mewjudukan transfer data yang lebih aman, Privacy Shield. Menopang ekonomi global Facebook sempat menerapkan mekanisme perjanjian Privacy Shield, yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan transfer data antar negara.

Namun perjanjian tersebut juga dibatalkan pada Juli lalu, akibat gugatan pengadilan yang kembali mempermasalahkan Facebook yang tidak menjaga keamanan data warga negara Eropa. Barulah pada beberapa pekan lalu, Komisaris Perlindungan Data Irlandia mulai memproses penegakan keputusan tersebut. Komisaris lantas mengeluarkan perintah awal yang memaksa Facebook untuk menghentikan proses transfer data ke luar negeri.

Baca juga: 5 Inovasi Teknologi yang Bisa Kamu Gunakan Agar Tetap Sehat Selama PSBB

VP Global Affairs and Communications, Facebook, Nick Clegg, mengaku tidak setuju dengan putusan yang dikeluarkan Komisaris Perlindungan Data Irlandia. Sebagaimana mengutip KompasTekno, Kamis (24/9/2020).

Clegg berpendapat bahwa proses transfer data antar negara merupakan salah satu elemen penting dalam menopang ekonomi global dan mendukung banyak layanan fundamental lainnya.

“Dalam skenario terburuk, ini bisa berarti bahwa perusahaan rintisan teknologi kecil di Jerman tidak lagi dapat menggunakan layanan cloud yang berbasis di AS. Perusahaan pengembangan produk Spanyol tidak lagi dapat beroperasi di beberapa zona waktu,” kata Clegg.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Atik Zuliati

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait