oleh

Isu Pelajaran Sejarah Dihapus, Dinas Pendidikan Wilayah III: Dari Forum Diskusi

Pati, Mitrapost.com – Beberapa pekan lalu, beredar isu bahwa pelajaran sejarah akan dihapuskan. Isu itu berkembang setelah keluarnya draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tanggal 25 Agustus 2020.

Salah satu poin dalam draf tersebut adalah rencana penghapusan mata pelajaran sejarah bagi siswa-siswi di SMK.

Sedangkan untuk pelajar SMA, sejarah akan dijadikan sebagai mata pelajaran pilihan, sehingga sejarah bukan lagi pelajaran wajib yang harus diambil oleh siswa-siswi.

Menyikapi isu yang tengah berkembang ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Sunoto, mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak mempunyai rencana untuk menghapus pelajaran sejarah.

Menurutnya isu itu berawal dari forum-forum diskusi untuk menyederhanakan pembelajaran di SMA atau sederajat.

“Isu tentang penghapusan sejarah itu, sudah di-counter oleh Pak Mendikbud Nadiem Makariem. Itu tidak benar,” ujar Sunoto, Kamis (1/10/2020) lalu.

Baca juga: Dewan Pati Tak Sepakat Pelajaran Sejarah Dihapuskan

“Pak Nadiem sendiri sudah mengklarifikasi bahwa sebelumnya itu dari forum-forum diskusi berkembang. Biasa forum diskusi itu mencermati dan berkembangnya liar benar, Pak Mendikbud itu meng-counter dan meluruskan sendiri,” lanjut Sunoto.

Menurutnya pelajaran sejarah adalah salah pelajaran yang penting. Para pelajar di Indonesia harus mengetahui sejarah bangsanya. Dengan pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah, para pelajar akan mengetahui jati diri bangsa.

Ia menyontohkan dalam Agama Islam juga dikenal pelajaran sejarah yakni Tarikh. “Seperti yang dilakukan Bung Karno itu Jas Merah. Jangan lupakan sejarah. Seperti zaman Rasulullah itu juga dimasukkan dalam ilmu tarikh. Di dunia Islam juga ada rentetan sejarah,” jalasnya.

“Di dalam Al-Quran juga ada nilai sejarah, dari sejarah itu artinya kita bisa belajar. Seperti sejarah Musa, sejarah Ibrahim dari situ orang bisa mencermati bahwa sejarah itu penting,” tandasnya. (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

News Feed