oleh

Tetap Libur Akhir Tahun, Tapi Tetap Ketat Patuh Protokol Kesehatan

Mitrapost.com Libur akhir tahun 2020 sangat dinanti-nanti kedatangannnya sebab cuti bersama Idul Fitri pada bulan Mei lalu ditiadakan karena kasus Corona di Indonesia. Akan tetapi, libur akhir tahun juga terancam diperpendek atau bahkan ditiadakan jika kasus Covid-19 di Indonesia terjadi lonjakan.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada Minggu (15/11/2020) menyebutkan bahwa selama delapan bulan terakhir kasus per hari mencapai rekor tertinggi.

“Dua hari terakhir di atas 5 ribu. Memang betul angkanya relatif mengalami peningkatan dibandingkan beberapa minggu terakhir ini. Bahkan angka 3 hari yang lalu mencapai rekor tertinggi selama periode 8 bulan terakhir. Lebih dari 5.400 kasus,” katanya saat konferensi pers, Minggu (15/11/2020).

Doni mengatakan libur akhir 2020 tak akan berubah jika tak ada peningkatan kasus corona. Namun bila sebaliknya, Satgas bisa mengusulkan ke pemerintah untuk memperpendek durasi libur akhir tahun.

“Nah kalau ini bisa diketahui bahwa kasusnya tidak mengalami peningkatan dan juga kita masih bisa mengendalikannya dengan baik, ya insyaallah pada akhir tahun yang akan datang kita tetap memberikan masukan kepada pemerintah untuk bisa melanjutkan libur panjang,” terang Doni melansir Detik.com.

Baca juga: Pandemi Belum Berakhir, Objek Wisata di Pati Diharapkan Berkreasi

“Tetapi, apabila kasusnya meningkat seperti pada periode Agustus dan September yang lalu, maka tentu rekomendasinya adalah libur panjang diperpendek atau ditiadakan sama sekali,” imbuhnya.

Masyarakat pun banyak yang mengaku keberatan jika libur akhir tahun 2020 ditiadakan. Sebab, mereka tidak mendapatkan cuti bersama Idul Fitri pada pertengahan tahun ini.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo menyebut jika pro dan kontra tentang libur panjang menjadi hal lumrah dan kerap terjadi di dalam pemerintahan terlebih di masa pandemi virus corona ini.

Meski demikian, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah tetap memutuskan libur panjang dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

“Ini kan kompensasi libur IdulFitri lalu, separo di yang kemarin, separo lagi akhir tahun. Sehingga apa yang dilakukan ini saat rapat pun memang pro dan kontra,” ungkap mantan Wali Kota Solo ini dalam wawancara di salah satu program Kompas TV, Selasa (17/11/2020).

Namun, pihaknya menekankan agar protokol kesehatan diketatkan, utamanya di lokasi-lokasi wisata. Sebab, Jokowi tidak membantah banyak warganya yang pergi berlur di masa pandemi mampu meningkatkan risiko penyebaran dan penularan Covid-19. (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

Berita Terkait